Emiten DUTI Tebar Dividen Rp 888 Miliar

PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan membagikan dividen 2025 Rp 480 per saham. Berikut jadwal lengkap pembagian dividen DUTI.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 17:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 888 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan dapatkan Rp 480 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (24/6/2026), pembagian dividen ini sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni 2026. Perseroan membagikan dividen 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 422,05 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 9,39 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 16,14 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tunai tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 17 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 25 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 26 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 Juni 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 29 Juni 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 16 Juli 2026

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Rabu, 24 Juni 2026, harga saham DUTI naik 1,36% menjadi Rp 4.480 per saham. Harga saham DUTI dibuka menguat 60 poin menjadi Rp 4.480 per saham. Saham DUTI berada di level tertinggi Rp 4.490 dan terendah Rp 4.480 per saham. Total frekuensi perdagangan 22 kali dengan volume perdagangan saham 58 saham. Nilai transaksi Rp 26 juta.

Penutupan IHSG pada 24 Juni 2026

Sebelumnya,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Rabu, (24/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 3,56% menjadi 5.883,88. Indeks saham LQ45 melemah 3,39% menjadi 578,16. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.171,38 dan level terendah 5.876,93. Sebanyak 611 saham sehingga bebani IHSG. 98 saham menguat dan 104 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.033.757 kali dengan volume perdagangan saham 26,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.943.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 5,99%, sektor saham basic terpangkas 6,64%, sektor saham industri merosot 3,59%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,59%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,91%, sektor saham kesehatan melemah 1,58%.

Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 2,18%, sektor saham properti melemah 2,81%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,57%, sektor saham infrastruktur tergelincir 4,47% dan sektor saham transportasi merosot 4,84%.