Sukses

Direktur Integra Indocabinet Lepas Kepemilikan WOOD Rp 1,95 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), Syany Tjandra melepas seluruh kepemilikannya atas saham WOOD senilai Rp 1,95 miliar. Realisasi penjualan tersebut berasal dari 2,5 juta saham yang ditransaksikan dengan harga Rp 780 per lembarnya.

"Tujuan transaksi yakni divestasi dengan status kepemilikan saham langsung," ungkap Syany dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (22/1/2022).

Transaksi berlangsung pada 24 Desember 2021. Usai transaksi, Syany tak lagi memiliki saham WOOD.

Pada perdagangan Jumat, 21 Januari 2022, saham WOOD ditutup turun 20 poin atau 2,34 persen ke level Rp 835 per lembar saham. Sepanjang 2022,saham WOOD telah mengalami pelemahan 5 poin atau 0,06 persen.

Perusahaan produsen produk kayu terintegrasi vertikal terbesar di Indonesia itu membukukan penjualan bersih sekitar Rp 5,50 triliun atau tumbuh 89 persen yoy pada sepanjang 2021, di atas target Perseroan sebelumnya sebesar 50 persen yoy atau setara dengan Rp 4,45 triliun.

Pada 2022, PT Integra Indocabinet Tbk menargetkan penjualan bersih tumbuh minimal 25 persen yoy. Secara bersamaan, perusahaan akan memperluas pangsa pasarnya terutama di pasar AS yang merupakan importir terbesar untuk produk furnitur dan komponen bangunan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Sales Order

Pada awal Januari 2022, Perusahaan telah menerima sales order sebesar Rp 1,06 triliun. Perseroan mengharapkan untuk menerima lonjakan sales order dalam beberapa bulan mendatang dan menargetkan untuk membukukan penjualan bersih yang lebih tinggi dari target Perseroan.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan terus memperluas pangsa pasarnya di wilayah negara-negara lainnya.

Hal ini mengingat tantangan dalam hal rantai pasokan saat ini, Integra sangat diuntungkan karena sumber bahan bakunya berasal dari dalam negeri dapat menawarkan harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan pesaing luar negeri lainnya yang mengimpor sebagian besar bahan bakunya.