Sukses

Tersengat UU IKN, Emiten BUMN Karya Jadi Idola

Liputan6.com, Jakarta - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU. Pembangunan Ibu Kota Negara baru ini disebut akan berdampak positif bagi sejumlah emiten. Analis menyebutkan, emiten yang mendapat berkah dari mega proyek tersebut utamanya sektor properti.

"Ini sentimen positif buat sektor properti yang memiliki lahan di sekitar IKN, dan juga sentimen positif untuk emiten karya karena ada potensi dapat proyek dari pembangunan IKN,” ujar Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani kepada Liputan6.com, ditulis Jumat (21/1/2022).

Senada, Pengamat pasar modal sekaligus Founder Bageur Stock, Andy Wibowo Gunawan menambahkan, emiten yang dipastikan untung dari proyek IKN adalah BUMN karya. Andy menuturkan, hal itu merujuk pada UU IKN menyatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara dibiayai oleh APBN.

"Oleh karena itu, BUMN karya tentu mendapatkan keuntungan dari pembangunan IKN. Selain itu, ada sektor baja yang diuntungkan oleh adanya IKN karena pembangunan Ibu Kota baru membutuhkan banyak baja,” kata dia.

Andy mengatakan bagi investor yang memiliki durasi investasi jangka panjang, dapat mengambil posisi di saham-saham BUMN Karya, meskipun saat ini operating cash flow BUMN Karya masih tergolong ketat.

"Sama juga dengan strategi saham untuk sektor baja seperti KRAS dan ISSP yang dapat diuntungkan oleh adanya pembangunan IKN," ujar dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham Emiten BUMN

Pada perdagangan Kamis, 20 Januari 2022 KRAS ditutup naik 12 poin atau 3,35 persen ke level 370. Sementara ISSP ditutup naik 2 poin atau 0,54 persen ke level 374. Adapun untuk emiten karya dan konstruksi pelat merah, sebagai berikut:

-Adhi Karya (ADHI) naik 10 poin atau 1,21 persen ke level Rp 835 per lembar

-Wijaya Karya Beton (WTON) naik 6 poin atau 2,65 persen ke level Rp 232 per lembar

-Total Bangun Persada (TOTL) naik 2 poin atau 0,65 persen ke level Rp 312 per lembar

-Waskita Karya (WSKT) naik 15 poin atau 2,65 persen ke level Rp 580 per lembar

-Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) naik 2 poin atau 1,09 persen ke level Rp 186 per lembar PP (PTPP) naik 20 poin atau 2,25 persen ke level Rp 910 per lembar

-Wijaya Karya (WIKA) naik 25 poin atau 2,43 persen ke level Rp 1.055 per lembar Waskita Beton Precast (WSBP) naik 2 poin atau 1,98 persen ke level Rp 103

-Acset Indonusa (ACST) naik 1 poin atau 0,53 persen ke level Rp 191 per lembar PP Presisi (PPRE) naik 6 poin atau 3,95 persen ke level Rp 158 per lembar