Sukses

Paraga Artamida Beli Saham BSDE Rp 6,75 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - PT Paraga Artamida selaku pemegang saham pengendali Pemegang saham mayoritas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), membeli saham Perseroan senilai Rp 6,75 miliar.

Pembelian saham tersebut berasal dari 6.512.200 saham yang ditransaksikan dengan harga rata-rata pembelian saham BSDE sebesar Rp 1.037 per lembar. Direktur PT Paraga Artamida, Hermawan Wijaya mengatakan, transaksi tersebut telah berlangsung pada 9-10 Desember 2021.

"Tujuan transaksi untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” ungkap Hermawan dalam keterbukaan informasi Bursa, ditulis Kamis (6/1/2022).

Sebelum transaksi pembelian saham tersebut, PT Paraga Artamida memegang sebanyak 6.795.958.664 saham BSDE. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan PT Paraga Artamida meningkat menjadi sebanyak 6.802.470.864 saham.

Merujuk data di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Paraga Artamida tercatat memegang sebanyak 6.781.052.064 lembar atau setara 32,03 persen saham BSDE. Berikutnya diketahui PT Paraga Artamida sempat membeli 12.255.400 saham BSDE dengan harga rata-rata pembelian Rp 1.024 per lembar pada 1-6 Desember 2021.

Atas transaksi tersebut, jumlah saham yang digenggam PT Paraga Artamida mnjadi sebanyak 6.793.307.464 lembar, dari sebelumnya 6.781.052.064.

Desember 2021, PT Paraga Artamida juga sempat menambah kembali kepemilikannya dengan memborong 2.651.200 saham BSDE dengan harga pembelian Rp 1.040 per lembar. Sehingga kepamilikannya kembai meningkat menjadi 6.795.958.664 lembar saham BSDE.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham BSDE

Pada perdagangan saham Kamis, 6 Januari 2022 pukul 10.53 WIB, saham BSDE turun 1,43 persen ke posisi Rp 1.035 per saham. Saham BSDE dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 1.040 per saham.

Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 1.055 dan terendah Rp 1.035 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.312 kali dengan volume perdagangan 72.702. Nilai transaksi Rp 7,6 miliar.