Sukses

Top 3: Penambangan Bitcoin Telah Pulih dari Tindakan Keras China

Liputan6.com, Jakarta - Penambangan Bitcoin telah benar-benar pulih dari tindakan keras China. Pemulihan diukur dengan melihat hashrate, istilah yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan komputasi semua penambang di jaringan bitcoin.

China telah lama menjadi pusat industri ini, dengan perkiraan sebelumnya menunjukkan 65 persen hingga 75 persen penambangan bitcoin dunia terjadi di sana. Namun, setelah Beijing secara efektif mengusir penambang cryptocurrency di negara itu pada Mei, lebih dari 50 persen hashrate bitcoin turun dari jaringan global.

Pada Jumat, data dari Blockchain.com menunjukkan jaringan telah sepenuhnya mengurangi kerugian tersebut. Hashrate jaringan naik sekitar 113 persen dalam lima bulan.

Artikel penambangan bitcoin telah pulih dari tindakan keras China menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu (12/12/2021):

1.Penambangan Bitcoin Telah Pulih dari Tindakan Keras China

Penambangan Bitcoin telah benar-benar pulih dari tindakan keras China. Pemulihan diukur dengan melihat hashrate, istilah yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan komputasi semua penambang di jaringan bitcoin.

China telah lama menjadi pusat industri ini, dengan perkiraan sebelumnya menunjukkan 65 persen hingga 75 persen penambangan bitcoin dunia terjadi di sana. Namun, setelah Beijing secara efektif mengusir penambang cryptocurrency di negara itu pada Mei, lebih dari 50 persen hashrate bitcoin turun dari jaringan global.

Pada Jumat, data dari Blockchain.com menunjukkan jaringan telah sepenuhnya mengurangi kerugian tersebut. Hashrate jaringan naik sekitar 113 persen dalam lima bulan.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2.Varian Omicron Batasi Window Dressing pada Akhir 2021

Window dressing diprediksi terbatas memasuki akhir 2021 seiring munculnya varian baru COVID-19, Omicron.

"Ini (window dressing) adaah tradisi di dunia investasi sehingga umumnya selalu ada. Hanya saja pada akhir 2021 pergerakkannya tertekan akibat situasi terkini yaitu keberadaan varian omicron," ujar Head of Invesment Information Team Mirae Asset Roger MM dalam acara seminar virtual Mirae Asset Sekuritas Indonesia dikutip Sabtu, 11 Desember 2021.

Varian baru COVID-19, omicron membatasi pergerakan window dressing karena menimbulkan ketidakpastian baik domestik dan global.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.10 Saham Pencetak Untung Terbesar pada 6-10 Desember 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif pada periode 6-10 Desember 2021 ke level 6.652,92. Bursa Efek Indonesia (Bursa) mencatat ada 10 saham paling moncer yang mencetak untung terbesar yang layak dicermati investor.

Selama periode sepekan kemarin, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 1,75 persen dari posisi pekan lalu 6.538,51. Sepekan kemarin, pasar modal Indonesia sedang bergairah ditandai dengan hanya satu sektor yang ada di zona merah yaitu sektor kesehatan. Sementara sektor-sektor saham lainnya ada di zona hijau.

Meski tidak merata mewakili seluruh sektor yang ada, berikut daftar 10 saham yang mencetak untung paling besar selama sepekan ini.

Berita selengkapnya baca di sini