Sukses

Tangan Kanan Warren Buffett, Charlie Munger Dukung China Larang Aset Kripto

Liputan6.com, Jakarta - Investor sekaligus miliarder Charlie Munger konsisten sebagai bukan penggemar kripto. Ia bahkan berharap aset kripto lebih baik menghilang. Dirinya menyampaikan hal itu saat konferensi Sohn di Sydney pada Jumat, 3 Desember 2021.

"Saya mengagumi orang China dan saya pikir regulator membuat keputusan yang tepat dengan melarang peredaran aset kripto di negaranya," ujar Charlie Munger, dilansir dari laman CNBC dikutip pada Senin (6/11/2021).

Tahun ini, minat terhadap aset digital melonjak signifikan dalam waktu singkat. Nilai pasar melampaui capaian pada November senilai USD 3 triliun atau Rp 43.321,5 triliun (estimasi kurs Rp 14.440 per dolar AS). Bitcoin menjadi koin teratas dan menorehkan rekor tertingginya.

Pernyataan ini bukan kali pertama dilontarkan Wakil Ketua Berkshire Hathaway. Pada Mei, pria berusia 97 tahun ini ketidaksukaannya atas aset bitcoin meningkat di tengah pandemi COVID-19. Munger menyampaikannya pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire tepatnya ketika sesi tanya jawab.

"Saya murka atas kesuksesan bitcoin. Saya tidak menyambutnya sebagai mata uang yang berguna untuk memperoleh keuntungan besar dan sebagainya. Saya pun tidak akan menggelontorkan miliar dolar kepada seseorang yang baru saja menemukan produk keuangan baru (aset kripto) secara tiba-tiba," ujar Munger.

Munger berpendapat dengan segala kerendahan hatinya seluruh perkembangan cryptocurrency adalah “menjijikan” dan bertentangan dengan kepentingan peradaban.

Pendukung bitcoin tentu tidak akan setuju dengan Munger. Mereka yakin bitcoin merupakan penyimpan perlindungan nilai yang aman bilamana terjadi inflasi. Selain itu, bagi penggemar bitcoin adalah sistem keuangan peer-to-peer yang sehat.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Munger

Charlie Munger tetap bersih keras menyampaikan kritik pedas terhadap bitcoin karena volatilitasnya yang ekstrem. Dia menilai, bitcoin semacam pengganti buatan untuk emas. Munger juga tidak pernah membeli emas sehingga dia tidak akan membeli bitcoin apapun.

“Bitcoin mengingatkan saya pada apa yang dikatakan Oscar Wilde tentang berburu rubah. Dia mengatakan kegiatan itu adalah mengejar yang tidak bisa dimakan,” tutur Munger.

Saat ini bitcoin diperdagangkan seharga USD 56.085 atau Rp 809,8 juta menurut Coin Metrics. Sementara nilai pasar lebih dari USD 1 triliun setara Rp 14.440,5 triliun.

 

Reporter: Ayesha Puri