Sukses

FinAccel Teknologi Indonesia Genggam 40 Persen Saham BBSI

Liputan6.com, Jakarta - PT FinAccel Teknologi Indonesia atau Kredivo menambah 16 persen kepemilikannya atas saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI).

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (22/10/2021), FinAccel Teknologi Indonesia telah membeli 484.244.705 lembar saham dengan harga Rp 908 per saham pada 15 Oktober 2021. Dengan demikian total nilai pembelian saham BBSI Rp 439,69 miliar.

Usai transaksi, FinAccel Teknologi Indonesia kini memegang 40,0 persen saham BBSi atau setara 1.210.611.762 lembar saham, dari sebelumnya 726.367.057 lembar saham atau 24 persen saham BBSI.

Sebelumnya, BBSI menyampaikan kepemilikan PT Sun Land Investama melepas 198.568.026 lembar saham BBSI. Sehingga kepemilikannya berkurang dari 19,76 persen menjadi 13,2 persen.

Kemudian kepemilikan PT Sun Antarnusa Investment juga menyusut dari 14,94 persen menjadi 10,5 persen dengan melepas 134.319.424 lembar saham.

Serta Sudjono Suriadi yang sebelumnya masih menguasai 25 persen kini tinggal 20 persen melalui penjualan 151.357.255 lembar saham BBSI.

PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) berencana menambah modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Aksi korporasi itu dilakukan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas (PUT II) atau rights issue dalam jumlah sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham.

Seluruh dana hasil rights issue ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja Perseroan dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham BBSI

Pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Oktober 2021, saham BBSI stagnan di posisi Rp 6.000. Saham BBSI berada di level tertinggi Rp 6.000 dan terendah Rp 5.825. Total frekuensi perdagangan sebanyak 22 kali dengan volume perdagangan 82. Nilai transaksi Rp 48,7 juta.