Sukses

Aksi Ambil Untung Bikin Saham Bank Kapitalisasi Kecil Merosot

Liputan6.com, Jakarta - Saham bank kapitalisasi kecil mengalami koreksi pada perdagangan saham Jumat, 13 Agustus 2021. Analis menilai hal itu lantaran pelaku pasar merealisasikan keuntungan.

Mengutip data RTI, saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) melemah 6,83 persen ke posisi Rp 464 per saham. Kapitalisasi pasar saham BABP pun menjadi Rp 11,80 triliun. Diikuti saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) merosot 6,82 persen ke posisi Rp 1.230 per saham. Saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) tergelincir 6,76 persen ke posisi Rp 276 per saham. Diikuti saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) atau saham BBSI yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 16,79 triliun ini turun 6,72 persen.

Selain itu, saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) susut 6,7 persen ke posisi Rp 1.045 per saham dan kapitalisasi pasar saham menjadi Rp 20,60 triliun.

Saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) merosot ke posisi Rp 6,63 persen. Saham PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) melemah 6,6 persen ke posisi Rp 184 per saham. Kemudian saham PT Bank Woori Saudara Internasional Tbk (SDRA) tersungkur 6,59 persen ke posisi Rp 780 per saham.

Lalu saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) turun 6,55 persen ke posisi Rp 314 per saham, dan saham PT Bank JTrust Indonesia (BCIC) melemah 6,55 persen ke posisi Rp 785 per saham.

Analis PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menuturkan, IHSG alami koreksi masih dipengaruhi sentimen bank digital. Selain itu, pelaku pasar juga dinilai merealisasikan keuntungan setelah harga saham bank kecil tersebut alami kenaikan tinggi.

"Karena secara teknikal jika harga sudah naik signifikan maka ketika koreksi, koreksinya juga akan signifikan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu (14/8/2021).

Sukarno prediksi, saham bank yang alami koreksi ini dapat berlanjut 1-2 hari. Meski demikian, ia melihat ada peluang saham menguat.”Ada peluang rebound setelah menyentuh support yang dianggap kuat nantinya,"kata dia.

Sukarno mengatakan, pelaku pasar dapat mencermati pergerakan harga saham bank tersebut. “Untuk investor silahkan boleh masuk saham-saham (saham bank-red) yang memang secara valuasi masih rendah dilihat dari PBV-nya. Hindari yang memiliki PBV tinggi,” kata dia.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Penutupan IHSG pada 13 Agustus 2021

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung stagnan pada perdagangan saham Jumat, 13 Agustus 2021. IHSG bertahan di zona merah hingga penutupan sesi kedua perdagangan dan investor asing beli saham.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,16 poin ke posisi 6.139,49 pada penutupan perdagangan. Indeks LQ45 naik 0,66 persen ke posisi 851,38. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

IHSG berada di level tertinggi 6.179,89 dan terendah 6.113,26. Sebanyak 319 saham melemah sehingga menekan IHSG. 198 saham menguat dan 141 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.272.439 kali dengan volume perdagangan 19,3 miliar saham. Total volume perdagangan saham tercatat 19,3 miliar. Nilai transaksi Rp 13,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 569,78 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.406.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tergelincir. Indeks sektoral IDXindustri naik 0,71 persen, IDXnonsiklikal menguat 0,65 persen, IDXfinance menanjak 0,55 persen dan IDXtransportasi mendaki 0,22 persen.

IDXsiklikal melemah 1,66 persen, IDXtechno merosot 1,55 persen, IDXinfrastruktur turun 1,1 persen dan IDXproperti susut 0,64 persen.