Sukses

BEI Gembok Sementara Perdagangan Saham YPAS

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan suspensi (penghentian sementara) perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS)  pada 23 September 2021. Hal itu karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham YPAS.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) Lidia M Panjaitan melalui pengumuman Bursa Efek Indonesia yang dikutip Liputan6.com.

Suspensi perdagangan saham YPAS ini menurut Bursa perlu dilakukan sebagai upaya meredakan (cooling down) aktivitas perdagangan saham YPAS.

Penghentian sementara perdagangan saham YPAS tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara  matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk. (YPAS).

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," kata Lidia.

Berdasarkan data BEI, saham YPAS mengalami peningkatan harga yang sangat signifikan sejak 16 September 2021 hingga 22 September 2021, dibandingkan harga penutupannya 15 September 2021 yang sebesar Rp 344 per saham.

Pada awalnya 16 September harga saham YPAS naik sebesar Rp 86 atau sebanyak 25 persen ke 430 per saham. Selanjutnya harga saham YPAS naik ke Rp 535 di tanggal 17 September 2021, dan ke Rp 665 pada 20 September 2021. Kemudian pada 21 September 2021, harga saham YPAS naik lagi ke Rp 830 dan di tanggal 22 September 2021, harga saham YPAS melejit ke Rp 1.035 per saham.

Saham YPAS sudah mengalami kenaikan sebesar 200,87 persen sejak 16 September 2021. Peningkatan harga saham YPAS diikuti oleh peningkatan volume dan nilai transaksi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Pemegang Saham

Saham YPAS dipegang oleh PT Hastagraha Bumipersada sebesar 89,47 persen, sebagai pemegang saham mayoritas. Dua Komisaris perseroan yaitu Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya memegang masing-masing 0,18 persen saham perseroan. Sementara sisanya 10,53 persen merupakan saham publik.

 

Reporter: Elizabeth Brahmana