Sukses

Digital Mediatama Umumkan Kelahiran Anak Usaha

Liputan6.com, Jakarta - Emiten penyedia platform media digital, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) mengumumkan pendirian anak usaha, yakni PT Niji Sicepat Gamindo.

Dalam keterbukaan informasi Bursa, Direktur Utama Digital Mediatama Maxima, Budiasto Kusuma menerangkan, Perseroan memegang kepemilikan saham sebesar 40 persen. Setara 4.000 lembar saham senilai Rp 4 miliar di anak usaha tersebut.

"Transaksi ini menunjang kegiatan usaha utama perseroan," ujar dia, seperti dikutip Kamis (16/9/2021).

Budiasto menambahkan, pembentukan anak usaha ini tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan. Baru-baru ini, Perseroan juga melaporkan kepemilikan DMMX pada entitas anak lainnya, PT Energi Selalu Baru (ESB) telah mengalami kenaikan. Hal itu sehubungan dengan ESB yang melakukan penerbitan saham baru dan peningkatan modal disetor.

"Sehingga kepemilikan saham Perseroan meningkat menjadi 15 ribu lembar saham senilai Rp 1,5 miliar, atau sebesar 5 persen pada PT Energi Selalu Baru," ujar Budiasto.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, total pendapatan DMMX mencapai Rp 363,3 miliar. Adapun laba bersih perseroan yang diperoleh mencapai Rp 115,8 miliar. Pertumbuhan pendapatan DMMX didorong oleh segmen cloud advertising dan trade marketing, yang menghasilkan Rp 11,9 miliar atau naik 107,6 persen yoy.

Pendapatan segmen trade marketing tumbuh 65,9 persen yoy mencapai Rp 284,2 miliar. Pertumbuhan segmen ini ditopang oleh peningkatan jumlah anggota outlet Pojok Bayar menjadi 99.189 pada akhir Juni 2021.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham DMMX

Pada penutupan perdagangan Kamis, 16 September 2021, saham DMMX turun 1,27 persen ke posisi Rp 3.110 per saham. Saham DMMX dibuka stagnan Rp 3.150 per saham.

Saham DMMX berada di level tertinggi Rp 3.160 dan terendah Rp 3.110 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.381 kali dengan volume perdagangan 239.010. Nilai transaksi Rp 68,4 miliar.