Sukses

Laba Bersih AKR Corporindo Tumbuh 27,53 Persen pada Semester I 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2021. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan pendapatan laba bersih.

PT AKR Corporindo Tbk mencatat pendapatan Rp 10,70 triliun pada semester I 2021. Realisasi pendapatan itu tumbuh 7 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10 triliun.

Perseroan mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 10,59 triliun atau meningkat dari periode semester I 2020 sebesar Rp 9,88 triliun. Sementara itu, pendapatan sewa turun dari Rp 114,71 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 113,65 miliar pada semester I 2021. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/7/2021).

Beban pokok penjualan dan pendapatan naik 7,09 persen dari Rp 8,97 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 9,61 triliun pada semester I 2021. Laba bruto tumbuh 6,67 persen menjadi Rp 1,09 triliun dari periode semester I 2020 sebesar Rp 1,02 triliun.

Perseroan mencatat penurunan sejumlah beban antara lain beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 323,35 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 344,85 miliar. Beban penjualan turun dari Rp 29,10 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 22,25 miliar pada semester I 2021.

Perseroan meraih laba kurs Rp 12,07 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 22,62 miliar. Pendapatan usaha lainnya naik menjadi Rp 7,41 miliar pada enam bulan pertama 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,63 miliar. Beban usaha lainnya susut menjadi Rp 3,37 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,72 miliar.

PT AKR Corporindo Tbk mencatat laba usaha tumbuh 21 persen dari Rp 633 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 764 miliar pada semester I 2021. Perseroan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 27,53 persen menjadi Rp 550,39 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 431,57 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 3 halaman

Total Liabilitas

Total liabilitas perseroan tercatat Rp 9,34 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 8,12 triliun. Total ekuitas perseroan tercatat Rp 10,94 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 10,55 triliun.

Total aset naik menjadi Rp 20,28 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 18,68 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,09 triliun pada 30 Juni 2021.

Saham AKRA

Pada penutupan perdagangan Senin, 26 Juli 2021, saham AKRA naik tipis 0,29 persen ke posisi Rp 3.510 per saham. Saham AKRA berada di level tertinggi Rp 3.570 dan terendah Rp 3.460. Total frekuensi perdagangan 3.312 kali dengan volume perdagangan 92.769.Nilai transaksi Rp 32,6 miliar.

3 dari 3 halaman

Penjelasan Manajemen AKRA

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo menuturkan, kinerja perseroan pada semester I 2021 didorong pertumbuhan segmen perdagangan dan distribusi serta kontribusi KEK JIIPE Gresi. “Perseroan terus menjaga biaya operasional dengan ketat juga modal kerja agar tetap efisien,” kata dia.

Ia optimistis dengan prospek masa depan JIIPE terutama setelah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus-JIIPE Gresik oleh Presiden RI pada 28 Juni 2021. Haryanto mengatakan, KEK JIIPE Gresik dapat mendorong investasi Jawa Timur dan Indonesia.

"Kami terus memasarkan lahan dan utilitas KEK JIIPE Gresik ke investor domestik dan asing. Saat ini KEK JIIPE Gresik juga telah memasuki pengembangan tahap 2. Jetty pelabuhan diperluas untuk memenuhi permintaan pengiriman, termasuk untuk smelter tembaga,” kata dia.

Ia menuturkan, perseroan juga menjaga net gearing tetap rendah 11 persen. “Dengan neraca keuangan dan aliran kas yang kuat, perseroan yakin dapat menjalankan proyek-proyek investasi tanpa gangguan,” kata dia.

Selain itu, ia menuturkan, perseroan juga menjalankan operasi tanpa gangguan dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama.

"Sehingga kami dapat memastikan pengiriman produk BBM dan kimia sampai ke tangan pelanggan industri di seluruh Indonesia,” ujar dia.