Sukses

AKR Corporindo Bakal Raup Pendapatan dari Smelter Freeport di Kawasan JIIPE

Liputan6.com, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia teken kontrak EPC senilai USD 2,7 miliar atau sekitar Rp 39,22 triliun (asumsi kurs Rp 14.528 per dolar AS) untuk membangun smelter tembaga dan pengolahan logam di kawasan Java Integrated and Ports Estate (JIIPE).

Smelter tersebut akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan berulang PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), pemegang saham mayoritas JIIPE. Pendapatan sewa akan dihasilkan dari 103 hektar lahan untuk smelter dan 40-50 hektar lainna untuk area laydown.

"Pendapatan berulang lebih lanjut akan dihasilkan dengan menyediakan fasilitas Pelabuhan, listrik, gas, air dan pengolahan air limbah," tulis perseroan yang dikutip dari keterangan tertulis Jumat (16/7/2021).

Kontrak EPC mencakup smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan logam lainnya. Ini akan menjadi salah satu kapasitas peleburan terbesar di dunia.

"Ini akan menarik investor ke JIIPE dari industri terkait untuk membangun ekosistem rantai pasokan untuk baterai, motor dan kabel kendaraan listrik,” tulis perseroan.

JIIPE adalah salah satu proyek infrastruktur public-swasta terbesar di Indonesia seluas 3.000 hektar.  JIIPE menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Juni 2021 untuk melakukan peran integral dalam modernisasi kemampuan manufaktur dan logistik Indonesia terutama industri 4.0.

Di kawasan tersebut memiliki Pelabuhan yang berdekatan dengan Madura dengan empat dermaga multifungsi yang mampu melayani kapal besar dengan kapasitas lebih dari 100.00 DWT.

Fasilitas ini memiliki pasokan utilitas indepeden dan fasilitas pembangkit energi baru yang mampu memasok daya hingga 1.200 MW. JIIPE juga menghubungkan jaringan transportasi yang dihubungkan oleh jalan raya dan jalur kereta api dan terletak hanya satu jam dari Bandara Internasional Juanda.

2 dari 3 halaman

Freeport Indonesia dan Chiyoda Bangun Smelter

Sebelumnya PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia teken kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021.

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

“Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018, ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 16 Juli 2021.

Ia menambahkan,  di tengah berbagai tantangan pandemi COVID-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, terus melakukan penyesuaian agar dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar.

Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional. Naoto menuturkan, penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu," tutur dia.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan barang long lead item, stripping, dan penyiapan area laydown untuk peralatan dan material konstruksi.

Persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pun dilakukan di lapangan bagi para pekerja konstruksi. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 40 ribu dosis vaksin COVID-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini