Sukses

Bursa Saham Asia Kompak Menguat, Investor Cermati Kasus COVID-19

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin pagi (12/7/2021) seiring investor mencermati kondisi kasus COVID-19 regional.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,78 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix menguat 1,71 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,79 persen. Indeks ASX 200 naik 0,36 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,31 persen.

Di sisi lain, Bank sentral China mengumumkan pemangkasan 50 basis poin untuk rasio persyaratan cadangan semua bank yang efektif mulai Juli 2021.

“Langkah itu dimaksudkan untuk menunjukkan negara tersebut (China-red) memiliki berbagai alat kebijakan untuk melakukan kebijakan moneter,” ujar Analis ANZ Research, Raymond Yeung dan Zhaopeng Xing dalam catatannya, dilansir dari CNBC, Senin (12/7/2021).

Yeung dan Xing menyebutkan, pemotongan rasio persyaratan pencadangan hampir setara dengan pelonggaran berbasis luas karena akan keluarkan dana sekitar 1 triliun yuan atau sekitar USD 154 miliar.

2 dari 3 halaman

Investor Cermati Kasus COVID-19

Pada awal pekan ini, investor terus mengamati situasi COVID-19 di Asia Pasifik. Pemerintah Jepang akan menempatkan Tokyo di bawah keadaan darurat COVID-19 pada Senin, 12 Juli 2021.

Sementara itu, pembatasan jarak sosial yang lebih ketat akan diberlakukan di Seoul, Korea Selatan.Di Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia terus berjuang dengan lonjakan infeksi COVID-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Bursa Saham Asia