Sukses

Spindo Siapkan Belanja Modal hingga Rp 75 Miliar pada 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Steel Pipe Industry Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo optimistis mampu meningkatkan penjualan dan laba bersih 2021.Hal ini seiring target pertumbuhan ekonomi global yang membaik.

Corporate Secretary & Investor Relation Spindo Johanes W Edward menuturkan, prospek pertumbuhan global untuk 2021 mengalami revisi beberapa bulan lalu.

"IMF telah merevisi perkiraan mereka untuk pertumbuhan global 2021 menjadi 5,3 persen sementara Fitch juga merevisi perkiraan mereka naik menjadi 6,1 persen pada bulan Maret dibandingkan dengan 5,3 persen pada bulan Desember," katanya secara virtual, Jumat (21/5/2021).

Tak hanya itu, stimulus yang diberikan pemerintah melalui belanja infrastruktur bersama dengan peluncuran vaksin disebut emiten berkode ISSP tersebut mampu meningkatkan perekonomian termasuk sektor baja.

"Kami yakin pemerintah Indonesia telah sangat konsisten dalam inisiatifnya sepanjang tahun 2020 dalam mendukung produsen lokal dan konten lokal," ujar dia.

Selain memaksimalkan penjualan, PT Steel Pipe Industry Indonesia Tbk juga akan meningkatkan kewaspadaan terkait arus kas. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan dan ketersediaan likuiditas, terutama mengelola eksposur kredit.

"Spindo terus fokus pada maintenance capex untuk meningkatkan efisiensi secara line by line dengan anggaran Rp 50 hingga 75 miliar. Namun, ada ruang lingkup untuk direvisi nanti pada tahun 2021," tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Target 2021

Sebelumnya, PT Steel Pipe Industry Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo optimistis ekonomi global pada 2021 akan lebih baik dibandingkan 2020. Oleh karena itu, perseroan menargetkan peningkatan penjualan hingga 25 persen.

Corporate Secretary & Investor Relation Spindo Johanes W Edward menyebut, perekonomian global pada tahun fiskal 2021 telah lebih stabil dan mengalami pemulihan berkelanjutan.

"Dalam hal ini kami mengharapkan peningkatan penjualan setidaknya 25 peresn sambil mempertahankan margin yang dicapai selama kuartal pertama 2021," katanya secara virtual, Jumat, 21 Mei 2021.

Tak hanya itu, emiten berkode ISSP ini juga memiliki target laba bersih sepanjang 2021 sebesar Rp490 miliar dan earning per share (EPS) Rp69,4 per saham.

"Laba bersih kuartal 1 2021 berjumlah Rp109,3 miliar, sedangkan EPS sebesar Rp15,5 per saham, sehingga menjadi pedoman untuk laba bersih sepanjang 2021 dan EPS masing-masing adalah Rp490 miliar dan Rp69,4 per saham," ujarnya.

Meski demikian, perseroan akan kembali meninjau target yang telah ditetapkan apabila terjadi kenaikan angka positif Covid-19 di Indonesia.

"Kami tentu saja mengambil langkah ini dengan hati-hati dengan pemahaman bahwa jika ada kebangkitan Covid-19 atau guncangan ekonomi lainnya di Indonesia, kami perlu meninjau kembali panduan kami," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini