Sukses

Pendiri Joan Fudiana Tutup Usia, Begini Perjalanan Bisnis Lautan Luas

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti PT Lautan Luas Tbk (LTLS). Pendiri PT Lautan Luas Tbk, Joan Fudiana tutup usia pada Kamis, 6 Mei 2021.

Saat dikonfirmasi, Corporate Communication PT Lautan Luas Tbk, Sonny Ardi membenarkan hal tersebut. Sonny menuturkan, Joan meninggal karena faktor usia.

"Iya betul. Beliau kemarin (9 Mei 2021-red) dikebumikan di San Diego,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Senin (10/5/2021).

Mengutip laporan tahunan 2020 PT Lautan Luas Tbk, Joan Fudiana menjabat sebagai Presiden Komisaris. Ia meraih gelar akademik di Fakultas Ekonomi, St John’s University di Shanghai, Tiongkok pada 1949.

Ia mendirikan Lautan Luas pada 1951. Joan menduduki posisi direktur dari 1961-1979. Ia pun menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur pada 1979, Komisaris pada 1992, dan Wakil Presiden Komisaris pada 1997.

Sejak 2007, Joan menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan. Ia ditunjuk sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan pada 4 Juni 2020 untuk periode jabatan 2020-2024.

PT Lautan Luas Tbk didirikan pada 13 Juli 1951 dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri “Lim Teck Lee” (Indonesia) disebut juga NV Lim Teck Lee (Indonesia) Coy Ltd sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar, terutama untuk industri batik dan makanan di Indonesia.

Kemudian pada 20 April 1965, perubahan nama dilakukan menjadi PT Lautan Luas dengan nomor akta BNRI tanggal 1965-09-21 Nomor 76 Tambahan Nomor 204-1965 oleh Notaris Lie Sioe Hoa Nio.

Perusahaan yang bergerak di bidang distributor dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus serta usaha pendukung dan jasa ini menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1997. Perseroan melepas saham  sebanyak 50 juta saham dengan harga Rp 2.950 per saham.

PT Lautan Luas Tbk telah melayani pelanggan hampir 70 tahun dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi. Hal itu juga tak lepas dari Adyansyah Masrin dan Joan Fudiana sebagai pendiri telah menanamkan berbagai prinsip dalam menjalankan bisnis dengan tata kelola yang baik.

Perseroan menjadikan inisiatif, semangat, dan kepemimpinannya sebagai panutan untuk terus maju dan berkembang. Pendirian pabrik asam sulfat swasta pertama di Indonesia pada 1969 menjadi bukti komitmen perseroan di bidang manufaktur berdasarkan pengalaman luas dalam perdagangan bahan kimia.

Selanjutnya pada 1970-an, perseroan menangkap peluang yang muncul sejalan dengan perkembangan sektor industri yang pesat di Indonesia serta memperluas kemampuan usaha distribusi dan manufakturnya dengan fokus pada bahan kimia khusus.

2 dari 3 halaman

Usaha Lautan Luas

Saat ini, Lautan Luas mewakili lebih dari 100 prinsipal internasional, mendistribusikan lebih dari 1.000 produk kimia, dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan industrial di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Lautan Luas mengoperasikan empat kantor cabang dan tujuh kantor perwakilan yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia. Perseroan juga menempatkan satu kantor regional di Singapura untuk memantau kegiatan perseroan di Tiongkok, Thailand dan Vietnam.

Perseroan mengoperasikan sejumlah fasilitas manufaktur di berbagai negara antara lain 12 fasilitas manufaktur di Indonesia, dua di Tiongkok, dan sebuah fasilitas manufaktur bahan kimia untuk pengolahan air di Vietnam.

Usaha dan jasa perseroan didukung oleh tiga anak perusahaan dan sebuah perusahaan afiliasi yang menawarkan jasa di bidang laboratorium, rantai pasok, teknologi informasi dan solusi pengolahan air.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini