Sukses

Harga Ethereum Kembali Sentuh Rekor Tertinggi

Liputan6.com, Jakarta - Mata uang kripto Ethereum, atau ether menyentuh posisi tertinggi baru pada perdagangan Selasa, (4/5/2021) sebelum turun tajam karena aksi ambil untung investor.

Sehari setelah melewati USD 3.000 atau sekitar Rp 43.298.156 (asumsi kurs Rp 14.432 per dolar AS) untuk pertama kalinya, ether yang diperdagangkan melalui ethereum blockchain mencapai level posisi USD 3.457,64 atau sekitar Rp 49,89 juta sebelum turun enam persen menjadi USD 3.244 atau sekitar Rp 46,81 juta.

Namun, harga ether masih mencatat kenaikan sekitar 340 persen pada 2021. Kenaikan harga ether itu sebagian limpahan dari aliran ke bitcoin yang tumbuh. Hal ini didukung dari CEO Tesla Elon Musk hinggainvestor wall street Stanley Druckenmiller.

Kenaikan harga juga didorong dari aksi spekulasi di aset. Harga dogecoin telah naik 9.000 persen pada 2021. Analis menilai kenaikan harga uang kripto seperti gelembung teknologi pada dua dekade lalu.

"Apa yang kami lihat sekarang adalah defisini dari spekulatif. Ada uang yang dilemparkan untuk apapun di kripto,” ujar Analis IG Market Kyle Rodda seperti dilansir dari yahoo finance, Selasa (4/5/2021).

Dengan kapitalisasi pasar USD 376 miliar, pelaku pasar mengambil aksi ambil untung di ether dan mengejar kenaikan bitcoin dan meningkatkan blockchain ethereum.

Terhadap bitcon, nilai eter telah meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2021, dan sentuh posisi tertinggi dalam 2,5 tahun. Sementara itu, harga bitcoin turun menjadi USD 55.625 dan dolar AS sedikit menguat. Sepanjang 2021, harga bitcoin sudah naik 90 persen.

2 dari 3 halaman

Bukan Bitcoin, Ini Mata Uang Digital yang Cetak Rekor Baru

Sebelumnya, mencapai rekor tertinggi, mata uang digital Ether berada di angka USD 2.800 pada perdagangan Kamis, 29 April 2021. Hal ini karena dominasi bitcoin di pasar mata uang kripto menurun.

Seperti dilansir CNBC, Jumat, 30 April 2021, Ether saat ini menjadi mata uang digital terbesar kedua di dunia berdasarkan nilai pasar yang melonjak ke rekor terbaru Kamis pagi.

Menurut data Coin Metrics, harga Bitcoin masih berada di posisi pertama meski telah turun menjadi USD 54.471.

Sebelumnya, Bank Investasi Eropa mengumumkan bila pihaknya telah menerbitkan obligasi digital pertamanya di blockchain Ethereum yang merupakan jaringan Ether pada Rabu 29 April 2021. Hal ini menimbulkan spekulasi mata uang tersebut banyak dilirik lembaga keuangan.

Sebagian besar mata uang kripto diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis 29 April 2021. Sentimen positif datang dari kenaikan harga Ether.

Bitcoin tercatat turun 16 persen dari level tertinggi USD 65.000 di awal bulan ini. Menjadi mata uang digital paling berharga, kenaikan yang mampu dicetak hampir 90 persen sepanjang tahun ini.

Pada saat yang sama, beberapa investor telah memperingatkan ada risiko di pasar kripto. Hal ini menyebabkan dominasi bitcoin di pasar kripto turun di bawah 50 persen, menurut CoinMarketCap.

"Ada begitu banyak hype dari institusi yang masuk. Bitcoin hampir seperti titik referensi, pembilang crypto. Saya pikir akan ada permintaan yang berkelanjutan karena investor institusional menjadi lebih percaya diri tentang pasar," kata Carol Alexander, profesor di University of Sussex Business School.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini