Sukses

Simak Rekomendasi Saham Setelah Lembaga Pengelola Investasi Beroperasi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan lima Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi Indonesia (LPI), Selasa 16 Februari 2021. Meski sempat menghijau pada Selasa, 16 Februari 2021, beberapa saham konstruksi justru turun pada perdagangan hari ini.

Walau terdapat penurunan di beberapa saham emiten, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menegaskan ada beberapa emiten yang tetap diuntungkan dengan ada sentimen positif LPI.

"Yang akan diuntungkan ADHI, WIKA, WSKT, WTON, WSBP," ujar dia kepada Liputan6.com, Rabu (17/1/2021).

Saat disinggung, apakah perusahaan konstruksi lain di luar BUMN juga akan mendapatkan keuntungan dengan beroperasinya INA, Nafan mengaku hal positif mungkin saja terjadi.

"Semestinya bisa memberikan efek domino ekonomi yang positif terhadap emiten-emiten konstruksi swasta," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Direktur LPI, Ridha Wirakusumah menyampaikan, sebagai dewan direksi langkah pertama yang dilakukan adalah menciptkan rumah baru dengan profesional tinggi dan governance yang kuat. Dalam pelaksanaanya, tetap melibatkan Dewan Pengawas (Dewas) dan kebijakan yang mendukung lainnya.

"Tentunya akan kami undang profesional seperti accounting firm untuk selalu menjaga governance yang tinggi," kata dia dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Selain menciptakan rumah dan governance yang kuat, dirinya juga akan menyambung semua kinerja-kinerja yang selama ini sudah dilaksanakan.

Bahkan dirinya akan konsultasi dengan atasannya Sri Mulyani Indrawati dan Erick Thohir, dan Kementerian lain untuk bisa melihat aset-aset mana yang bisa sharing dengan para investor untuk segera mereka bisa memasukkan dananya.

"Dan segera bersama-sama membangun infrastruktur dan proyek yang sudah ada sekarang ini," ujar dia.

Dia menyadari, memang cukup banyak daftar dari infrastruktur project yang sudah di earmarked dari Kementerian BUMN. Bahkan kira-kira ada sekitar USD 9,5 miliar di pipeline yang ada di dalam penglihatannya.

"Tapi tentunya kita akan melihat secara seksama untuk make sure bahwa proyek-proyek itu betul bisa membawa good returns for us and also for our co-investors," ujarnya. 

Terakhir, sebagai langkah awal dirinya ingin membangun profesionalisme supaya investasi yang dibangun bersama-sama oleh INA dan co-investor membawa hasil yang baik dengan nilai tambah yang tinggi. Tentu saja dengan kompetensi yang semakin lama semakin perbaiki kinerja profesionalisme di Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini