Investor Asing Beli Saham, IHSG Naik 0,56 Persen

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 33,90 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.077,7 pada Rabu, 3 Februari 2021.

Diperbarui 09 Agustus 2021, 04:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi kedua perdagangan saham Rabu, (3/2/2021). Akan tetapi, penguatan IHSG tersebut terbatas jelang penutupan.

Mengutip data RTI, IHSG naik 33,90 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.077,74. Indeks saham LQ45 menguat 0,23 persen ke posisi 940,85. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 284 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 190 saham melemah dan 152 saham diam di tempat. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.137,68 dan terendah 6.047,41.

Total frekuensi perdagangan saham 1.415.622 kali dengan volume perdagangan 23,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 257,15 miliar di pasar reguler.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham tambang turun 1,33 persen, sektor saham industri dasar melemah 0,95 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 0,70 persen.

Sektor saham aneka  industri naik 2,66 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi naik 1,29 persen dan sektor saham keuangan mendaki 1,17 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didorong market apresiasi ada pembicaraan tentang lebih banyak terkait stimulus darurat di Amerika Serikat dan optimisme vaksin COVID-19 akan tersebar luar serta merata di masyarakat.

Market juga optimis terkait dengan perkembangan ekonomi stimulus maupun global recovery yang lebih baik pada 2021. “Market juga apresiasi kenaikan harga komoditas dunia sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi dunia,” ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Gerak Saham

Saham-saham yang menguat tajam atau top gainers antara lain saham BANK melonjak 34,76 persen ke posisi Rp 252 per saham, saham UFOE mendaki 34,43 persen ke posisi Rp 246 per saham, dan saham BBHI mendaki 25 persen ke posisi Rp 825 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang catat penurunan tajam atau top losers antara lain saham ESTI merosot 6,94 persen ke posisi Rp 67 per saham, saham AGII melemah 6,93 persen ke posisi Rp 1.410 per saham dan saham FMII turun 6,92 persen ke posisi Rp 605 per saham.

Aksi Investor Asing

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBNI sebesar Rp 263,8 miliar, saham BBCA sebesar Rp 117,6 miliar, saham AKRA sebesar Rp 33,4 miliar.

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BMRI sebanyak Rp 109,5 miliar, saham PTBA sebesar Rp 62,2 miliar, dan saham ADRO sebesar Rp 36,1 miliar.

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia sebagian besar menguat kecuali indeks saham Shanghai turun 0,46 persen. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,20 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,99 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 1 persen.

Lalu indeks saham Thailand menguat 0,11 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,63 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,07 persen.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Investor Asing