Sukses

IHSG Anjlok di Tengah Kekhawatiran Wabah Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah yang masih dibayangi kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona.

IHSG dibuka melemah 19,08 poin atau 0,32 persen ke posisi 5.920,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 5,58 poin atau 0,58 persen menjadi 956,39.

"Setidaknya data dari dalam negeri pekan ini hanya sekedar penahan atas koreksi IHSG agar tidak jatuh lebih dalam, karena satu sisi kuatnya sentimen dari eksternal akibat virus corona yang telah dinyatakan darurat kesehatan global masih menjadi tekanan pasar," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah dikutip dari Antara, Senin (3/2/2020).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status keadaan darurat global wabah virus corona, yang membuat sejumlah pihak khawatir perekonomian China akan terdampak.

 

Larangan bepergian ke sana juga sudah diterapkan oleh sejumlah negara. Amerika Serikat dan Inggris telah memberikan peringatan secara resmi meminta warganya untuk tidak bepergian ke China. Hong Kong bahkan memutus hubungan transportasi dengan China daratan.

Dari Amerika Serikat, saham Wall Street ditutup melemah tajam 1,5 persen pada perdagangan Jumat lalu, imbas penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan.

Epidemi virus corona yang telah menewaskan ratusan orang di China dan telah dinyatakan darurat kesehatan global. Selain itu, koreksi juga dipicu lesunya data ekonomi AS dan laporan laba emiten yang bervariasi.

Bursa saham regional Asia Senin pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 212,2 poin atau 0,91 persen ke 22.993, indeks Hang Seng menguat 118,2 poin atau 0,45 persen ke 26.430,8, dan indeks Straits Times melemah 21,12 poin atau 0,67 persen ke 3.132,61.

2 dari 3 halaman

Awal Pekan, IHSG Dibuka Anjlok ke 5.905.27

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak anjlok pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Sebanyak 150 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah.

Pada prapembukaan perdagangan, Senin (2/2/2020), IHSG turun 19,08 poin atau 0,32 persen ke level 5.920,96. Pelemahan tersebut berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG turun 35,85 poin atau 0,59 persen ke level 5.905.27.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,75 persen ke posisi 954,35. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.920,96 dan terendah di 5.889,11.

Sebanyak 150 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 46 saham menguat dan 95 saham lainnya diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 17.,133 kali dengan volume perdagangan 166,1 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 205,7 miliar.

Investor asing jual saham Rp 3,81 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.708 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor perkebunan yang turun 1,74 persen, kemudian diikuti sektor industri dasar turun 1,44 persen dan sektor pertambang anjlok 1,29 persen.

Saham-saham yang melemah dan menekan IHSG antara lain POOL turun 34,62 persen menjadi Rp 102 per lembar saham, MBTO melemah 12,35 persen menjadi Rp 71 per lembar saham dan PURE tertekan 11,92 persen menjadi Rp 174 per lembar saham

Sedangkan saham-saham yang menguat diantaranya SRAJ yang melonjak 24,75 persen ke Rp 252 per lembar saham, ZBRA menguat 15,38 persen ke Rp 75 per lembar saham dan NICK naik 13,22 persen ke Rp 274 per lembar saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: