Sukses

Data Inflasi Topang Penguatan IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis (2/6/2016). Data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi penopang penguatan IHSG. Sebelumnya, BPS merilis inflasi Mei 2016 sebesar 0,24 persen.

Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adie Joe mengatakan, inflasi yang dirilis terhitung rendah. Hal tersebut menjadi ekspektasi pemodal jika perekonomian RI masih stabil.

"Itu memang data inflasi di atas estimasi. Sebetulnya masih rendah," kata dia kepada Liputan6.com, Kamis (2/6/2016).

Namun begitu, pihaknya mengatakan gerak IHSG masih dibayangi oleh rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuan. ‎Hal tersebut menjadi ketidakpastian bagi pelaku pasar. "Memang agak ngeri kalau ‎belum ada kepastian," ujar dia.


Dia memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.750 dan resistance 4.950. Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi pada awal bulan ini cukup stabil.

Ini menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia dalam kondisi sehat. Hal itu jadi salah satu faktor yang memberikan dorongan untuk kenaikan lanjutan dari IHSG.

"Level support IHSG terjaga cukup kuat. Potensi untuk dapat menembus resistance level 4.877 terbuka semakin lebar," ujar William.

Selain itu, harga komoditas mulai merangkak naik juga memberikan sentimen positif untuk IHSG. Aliran dana investor asing juga terlihat masih terus berlangsung menunjukkan tekanan terus berkurang.

Riset PT Sinarmas Sekuritas menyatakan IHSG akan bergerak variatif. IHSG diperkirakan akan bergerak pada level support 4.800 dan resistance 4.880.

Kiswoyo merekomendasikan saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Steel Pipe Industri of Indonesia Tbk (ISSP).

PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). (Amd/Ahm)