Sukses

IHSG Berpotensi Naik, Simak Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - LajuĀ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal naik pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sentimen pengumuman suku bunga acuan/BI Rate dan jelang pembagian dividen akan mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menuturkan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sejumlah sentimen mempengaruhi IHSG antara lain kebijakan Bank Indonesia (BI) mengubah sistem suku bunga acuan menjadi suku bunga dengan tenor tujuh hari atau BI Rate Seven Day Reserve pada 19 Agustus 2016.

Lucky mengatakan, kebijakan BI tersebut seharusnya diapresiasiĀ  mengingat dapat melindungi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehingga berimbas ke IHSG.

Selain itu, Lucky menambahkan, pelaku pasar juga menanti laporan keuangan emiten untuk kuartal I 2016 dan menjelang pembagian dividen dari sekitar 34 emiten. Lucky mengatakan, hal itu seharusnya mendorong pelaku pasar untuk masuk ke bursa saham.

Kalau dari sentimen luar negeri, Lucky mengatakan ada laporan klaim pengangguran di AS. Selain itu, laporan cadangan minyak dunia pada pekan ini juga akan menunjukkan cerminan dari kondisi ekonomi.

"IHSG akan bergerak di level 4.865-4.900 pada perdagangan saham Kamis pekan ini," ujar Lucky saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan IHSG berpeluang konsolidasi dengan penguatan terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran resistance 4.886-4.900 dan support di level 4.800-4.850.

"Sentimen yang akan pengaruhi IHSG mulai dari BI Rate akan tetap. Inventory minyak turun sehingga harga minyak akan naik," kata Hans.

Analis PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan, meski terimbas aksi jual, pihaknya optimistis kalau momentum positif dapat mendorong kenaikan IHSG.

Lantaran pembelian saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua dapat mendukung kenaikan IHSG untuk menembus level resistance jangka pendek di 4.925.

"IHSG menguji level psikologis resistance atas di 5.000. Level support IHSG di 4.815-4.750-4.685-4.575 dan resistance 4.925-5.050-5.150," kata Yuganur.

Rekomendasi Saham

Yuganur memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sedangkan Lucky memilih saham PT Ciputra Property Tbk (CTRP), PT Timah Tbk (TINS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk dicermati pelaku pasar. Secara teknikal perbaikan pola jangka pendek dan menengah dapat digunakan sebagai akumulasi untuk melanjutkan kenaikan berikutnya ke Rp 2.850.

Ia merekomendasikan masuk saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) di level pertama Rp 2.650, level kedua Rp 2.550, dan cut loss point Rp 2.475. (Ahm/Ndw)