Sukses

Ikuti S&P 500, Bursa Asia Dibuka Menguat

Liputan6.com, Sydney - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (bursa Asia) menguat dengan indeks patokan regional menuju kenaikan pertama dalam tiga minggu terakhir. Penguatan bursa Asia ini mengikuti kenaikan yang terjadi pada Indeks Standard & Poor 500.

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/5/2015), Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,4 persen menjadi 152,68 pada pukul 09.01 waktu Tokyo, Jepang. Dengan kenaikan ini maka Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 1 persen terhitung sejak awal pekan.  Semalam, Indeks Standard & Poor 500 ditutup naik 1,1 persen ke level 2.120,78.

Kenaikan indeks S&P 500 ini didorong oleh saham teknologi seperti Microsoft Corp dan Apple Inc. Selain itu, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga membuat harga saham-saham di Wall Street menguat karena estimasi kenaikan pendapatan akibat ekspor yang tinggi.

"Beberapa sentimen positif ini mungkin akan menyebar ke Asia," jelas Analis  Pengana Capital Ltd, Melbourne, Australia, Tim Schroeders. Namun Tim tak yakin bahwa sentimen positif ini akan berlangsung lama karena memang sebenarnya sebagian ebsar perhatian pelaku pasar tertuju ke China.

Perekonomian China memang sedang menghadapi tekanan. Di kuartal I 2015 ini pertumbuhan ekonomi negara tersebut melemah ke level 7 persen. Beberapa tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China selalu berada di atas 10 persen.

Indeks Topix Jepang juga mengalami penguatan 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200 Austalia naik 0,6 persen. Indeks NZX 50 Selandia baru mengikuti dengan naik 0,1 persen. Sedangkan Pasar China dan Hong Kong belum dibuka.

Kontrak Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,3 persen di perdagangan terakhir. Sementara Kontrak pada Hang Seng China Enterprises Index naik 0,5 persen.

Bank Sentrak China pada Rabu (13/5/2015) kemarin mengeluarkan data yang menunjukkan bahwa angka penyaluran pembiayaan mengalami penurunan pada April 2015. Angka pembiayaan turun ke 1,05 triliun yuan atau sekitar US$ 170 miliar pada April 2015 dari angka satu bulan sebelumnya yang berada di level 1,18 triliun yuan. (Gdn/Igw)