BGN Nabire Minta Wilayah 3T Jadi Prioritas Layanan Gizi

Percepatan layanan gizi di wilayah 3T penting untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan gizi.

Diterbitkan 23 Juli 2025, 12:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pusat diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Nabire dan Papua Tengah.

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem mengatakan percepatan layanan gizi di wilayah 3T penting untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan gizi yang berkualitas.

"Kami berharap wilayah 3T menjadi prioritas sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap gizi yang baik," kata Marsel Asyerem di Nabire, Kamis (23/7), seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pemerataan layanan gizi menjadi bagian penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, termasuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Selain mempercepat pelayanan di wilayah 3T, ia juga berharap kepemimpinan baru BGN dapat melakukan pembenahan sistem tata kelola secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat.

Penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas pelaksanaan program, serta pengawasan yang lebih baik, kata dia, diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

"Kami yakin kepemimpinan baru BGN mampu melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik dan manfaat program dapat dirasakan secara merata," ujarnya.

Sebagai Koordinator Wilayah BGN Nabire, pihaknya siap mendukung kebijakan dan program BGN melalui sinergi dengan pemerintah daerah, mitra, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan mengawal setiap kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat," katanya.

Marsel berharap pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan gizi dan mempercepat pemerataan pelaksanaan program, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T.

BGN Nabire mencatat pelaksanaan Program MBG di wilayahnya telah menjangkau 32.002 orang penerima manfaat selama Semester I.

Penerima manfaat MBG di Nabire terdiri atas 28.113 peserta didik dan 3.889 orang dari Kelompok 3B, yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pelaksanaan program didukung 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Distrik Nabire, Nabire Barat, Teluk Kimi, dan Yaro.