Ketua DPRD Bone Dipolisikan Buntut Dugaan Aniaya Staf karena Kue

Polres Bone akan memanggil Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.

OlehFauzan
Diterbitkan 22 Juli 2026, 21:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan penganiayaan yang menyeret Ketua DPRD Bone, Sulawesi Selatan, Andi Tenri Walinonong, berbuntut laporan polisi. Staf Sekretariat DPRD Bone yang juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Yuli Nofita Sari (29), resmi melaporkan Andi Tenri ke Polres Bone, Rabu (22/7/2026).

"Sudah saya laporkan Ibu Ketua DPRD Bone secara resmi di Polres Bone. Laporan saya soal penganiayaan," ujar Yuli kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Yuli mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone sekitar pukul 19.00 Wita. Laporannya telah diterima dengan nomor STTLP/450/VII/2026/SPKT/RES BONE/POLDA SULSEL.

Dalam laporan tersebut, Yuli melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Bone terhadap dirinya.

 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Yuli dan saat ini kasus tersebut akan diproses sesuai mekanisme hukum.

"Sudah masuk laporannya. Laporannya sekaitan penganiayaan," kata Alvin.

Adukan ke Badan Kehormatan

Tak hanya menempuh jalur pidana, Yuli juga memastikan akan melaporkan Andi Tenri ke Badan Kehormatan DPRD Bone. Yuli menilai tindakan yang dialaminya merupakan dugaan pelanggaran etik sebagai pimpinan lembaga legislatif.

"Saya mau laporkan ke BK ini pelanggaran etiknya. Baru nasusun pengacaraku laporannya baru dimasukkan ke BK," kata Yuli.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Bone Bahtiar Malla mengatakan BK belum dapat mengambil langkah sebelum menerima pengaduan resmi. Menurutnya, laporan dapat diajukan oleh anggota DPRD maupun masyarakat.

"Untuk sementara saya hanya menunggu aduan, bisa dari anggota DPRD dan masyarakat. Setelah itu BK akan bekerja sesuai dengan tata beracara," ujar Bahtiar.

Meski demikian, Bahtiar menegaskan BK akan mempelajari seluruh fakta, alat bukti, dan keterangan saksi sebelum menyimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran etik.

Dia menambahkan, apabila laporan telah diterima, BK akan meminta klarifikasi dari seluruh pihak terkait, termasuk Ketua DPRD Bone, sebelum menentukan apakah perkara diselesaikan melalui mekanisme etik atau diupayakan mediasi.

"Saya belum bisa mengkategorikan pelanggaran etika. Baru diduga. BK juga baru mempelajari, untuk memutuskan hal tersebut ada bukti dan saksi," katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong membantah pemberitaan yang beredar. Dia meminta agar keterangan diperoleh dari pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.

"Untuk keterangan lebih jelas mungkin bisa kita hubungi orang-orang kantor yang berada di lokasi kejadian. Karena apa yang diberitakan tidak sesuai dengan fakta di TKP," tulis Andi Tenri melalui pesan WhatsApp kepada Liputan6.com.

Disiram Air dan Dilempar Botol

Sebelumnya, Yuli mengaku dipanggil oleh Andi Tenri Walinonong ke kantin Kantor DPRD Bone. Namun, sesampainya di lokasi, dia mengaku justru mendapat perlakuan kasar.

"Ketua DPRD Bone memanggil saya ke kantin. Setelah sampai di kantin, satu bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol lombok," tuturnya.

Menurut Yuli, insiden itu bermula saat dirinya diminta menyiapkan kue untuk tamu Ketua DPRD Bone. Setelah menyediakan kue di ruang lounge, ia sempat mencari keberadaan kue yang disebut telah dibawa ke kantin. Tak lama kemudian, ia dipanggil menemui Ketua DPRD sebelum akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Sudah masuk laporannya. Laporannya sekaitan penganiayaan," kata Alvin.

Ketua DPRD Bone Bakal Dipanggil

Polres Bone akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan meminta keterangan pelapor, terlapor, dan para saksi.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis membenarkan telah terjadi insiden yang melibatkan Ketua DPRD Bone dengan salah seorang staf Bagian Umum. Namun, dia mengaku masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi secara utuh.

"Iya, tapi saya masih cari tahu detail seperti apa," ujar Muchlis.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan atas laporan polisi tersebut. Liputan6.com telah berupaya menghubungi yang bersangkutan melalui pesan singkat dan panggilan telepon, namun belum memperoleh respons.