Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 52 warga di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap bubur sumsum yang dibeli dari pedagang keliling. Para korban mengalami gejala serupa, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut hingga demam.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/7/2026). Beberapa jam setelah mengonsumsi bubur sumsum, warga mulai merasakan keluhan kesehatan dan berdatangan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi mengatakan, hasil pendataan sementara mencatat 49 korban merupakan warga Pekon Dadimulyo, sedangkan tiga lainnya berasal dari Pekon Banyurip.
Advertisement
"Total ada 52 orang. Mereka mengalami mual, muntah, diare, sakit perut sampai demam setelah mengonsumsi bubur sumsum," ujar Sukadi, Rabu (22/7/2026).
Sebagian korban mendapat perawatan di Puskesmas Wonosobo dan Puskesmas Sanggi. Sementara itu, petugas kesehatan juga membuka layanan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan seluruh warga yang mengalami keluhan memperoleh penanganan medis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus telah menerjunkan tim kesehatan ke lokasi kejadian. Selain memeriksa kondisi korban, petugas melakukan pendataan dan penyelidikan epidemiologi guna mengetahui sumber dugaan keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr Hernov mengatakan, sampel bubur sumsum beserta bahan baku yang digunakan pedagang telah diamankan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.
"Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis. Sampel makanan juga sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sehingga penyebabnya bisa dipastikan," kata Hernov.
Kepolisian Resor Tanggamus juga ikut melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi, termasuk pedagang bubur sumsum, telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kejadian.
"Kami bersama dinas kesehatan melakukan pengecekan di lapangan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami juga mendalami apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini," ujar Rahmad.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang. Percayakan penanganan kasus ini kepada petugas. Prioritas kami saat ini memastikan seluruh korban tertangani dengan baik sekaligus mengungkap penyebab kejadian tersebut," tandasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304658/original/011778900_1784728642-Kapolres_Tanggamus__AKBP_Rahmad_Sujatmiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6506178/original/007433600_1779364100-kabur-saat-dirazia-polisi-karena-bawa-sabu-tjit-masuk-selokan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7180634/original/046345700_1779975787-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_20.39.55__1_.jpeg)