Pemuda Katolik Dorong Cendekiawan Ikut Perkuat Ketahanan Energi

Cendekiawan tidak cukup hanya bertukar gagasan.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemuda Katolik mendorong cendekiawan dan ilmuwan Katolik ikut mengambil peran dalam memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik di Jakarta, Sabtu (29/8).

Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengatakan, cendekiawan tidak cukup hanya bertukar gagasan.

Mereka diharapkan ikut menghasilkan riset, teknologi, dan masukan kebijakan yang bisa membantu menyelesaikan persoalan energi.

“Pertemuan ini bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kontribusi akademik dan intelektual Katolik bagi agenda energi Indonesia. Cendekiawan dan ilmuwan Katolik harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan, etika, dan kepentingan publik,” ujar Gusma.

Menurut Gusma, para akademisi juga perlu mendorong pengembangan energi bersih dan terbarukan serta melihat dampak lingkungan dari kebijakan pemerintah maupun kegiatan industri.

“Kita berharap forum ini melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan gerakan nyata. Ilmu pengetahuan harus memberi solusi bagi ketahanan energi, tetapi pada saat yang sama memastikan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kepentingan generasi mendatang,” katanya.

Konferensi tersebut mengangkat tema “Sinergi Partisipasi Masyarakat dalam Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045”. Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan kader Pemuda Katolik.

Menteri Jumhur Hadiri Konferensi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan investasi menjadi salah satu kunci untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, investasi menjadi salah satu instrumen penting. Hilirisasi sumber daya alam juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Konferensi dibuka Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi.

“Kita perlu mendorong pertobatan ekologis secara nasional agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama,” katanya.