Ratusan Anak dan Mualaf di Daerah Terpencil Ikut Sunat Gratis

422 anak menerima layanan khitan modern secara gratis.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 13:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - 422 anak dari berbagai daerah terpencil di Kabupaten Simeulue, Aceh mengikuti sunat gratis dari Dompet Dhuafa Aceh dan Baitul Mal. Di antara ratusan peserta, ada juga beberapa anak mualaf yang mengikuti program sebagai bagian dari penyempurnaan syariat setelah memeluk agama Islam.

"Selain itu, seorang mualaf berusia 22 tahun juga turut menjalani proses khitan dengan penuh keyakinan sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya," kata Pimpinan Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan dalam keterangannya, Kamis (16/72026).

Rizki Fauzan menjelaskan, bahwa Khitan Anak Ceria merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses atau tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

"Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan Khitan Anak Ceria bersama Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Sebanyak 422 anak telah menerima layanan khitan modern secara gratis. Program ini bukan hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ujar Rizki Fauzan.

Layanan kesehatan ini berlangsung pada 8–15 Juli 2026. Selama delapan hari pelaksanaan, sebanyak 422 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simeulue mendapatkan layanan khitan modern secara gratis.

Program ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, program Khitan Anak Ceria berhasil melayani 455 anak, sehingga pelaksanaan tahun ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah kepulauan.

Pembukaan program yang dipusatkan di Kecamatan Simeulue Barat turut dihadiri oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, yang mengapresiasi sinergi antara Dompet Dhuafa Aceh dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah.

Selama pelaksanaan program, tim medis Dompet Dhuafa Aceh memberikan layanan menggunakan metode khitan modern yang minim nyeri, minim perdarahan, serta mempercepat proses penyembuhan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman khitan yang lebih nyaman sehingga anak-anak dapat segera kembali beraktivitas.

Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue Supriadi mengatakan bahwa program Khitan Anak Ceria merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat untuk dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata.

"Program ini merupakan amanah dari para muzaki yang kami kelola dan salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Aceh, kami berharap dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Simeulue," kata Supriadi.

Dia berharap sinergi antara Baitul Mal Kabupaten Simeulue dan Dompet Dhuafa Aceh dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program kemanusiaan dan kesehatan yang dapat dihadirkan untuk masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Simeulue.