Pejabat Didorong Lebih Sering Interaksi Langsung dengan Masyarakat

Kehadiran spontan di ruang publik harus tetap disertai tanggung jawab dan kinerja yang nyata.

Diterbitkan 20 Juni 2025, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti momen dalam video unggahan Instagram Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad yang menunjukkan Raffi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berbaur dengan pengamen jalanan setelah menyaksikan pertandingan sepak bola.

Menurut Hensa, sapaan akrabnya, momen tersebut seharusnya ditiru pejabat lain dengan turun langsung ke lapangan dan merasakan kehidupan rakyat secara langsung. Pengalaman seperti itu memberi ruang bagi pejabat untuk memahami sisi emosional dan sosial kehidupan masyarakat.

"Pejabat yang datang tanpa jarak protokoler dan mau ikut berbaur menunjukkan bentuk kepemimpinan yang lebih manusiawi," kata Hensa di Jakarta, Sabtu (20/6), seperti dilansir Antara.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai momen tersebut merupakan contoh nyata pejabat yang ikut merasakan kegembiraan masyarakat kecil.

"Kalau pejabat mau turun dan menikmati hal sederhana bersama rakyat, mereka akan tahu betapa kecilnya hal-hal yang membuat warga bahagia. Ini bukan hanya soal pencitraan, ini soal mencicipi realita yang sehari-hari dialami jutaan orang," ujar Hensa.

Di sisi lain, ia mengamati momen-momen serupa masih jarang dilakukan oleh pejabat pemerintah. Menurutnya, kekhawatiran dianggap melakukan pencitraan sering kali menahan pejabat untuk tampil apa adanya di ruang publik.

Padahal, lanjutnya, meski momen Teddy dan Raffi berpotensi dicap sebagai pencitraan, rekaman peristiwa seperti itu kerap menjadi catatan positif yang tersimpan lama di benak publik.

"Lebih baik dituduh pencitraan karena bernyanyi bersama pengamen daripada tidak pernah tahu bagaimana rasanya merayakan kemenangan kecil bersama-sama. Pencitraan itu boleh-boleh saja selama hasilnya positif," kata Hensa.

 

Keseimbangan

Kendati demikian, ia mengingatkan perlunya keseimbangan. Kehadiran spontan di ruang publik harus tetap disertai tanggung jawab dan kinerja yang nyata.

Ia berharap lebih banyak pejabat menunjukkan keberanian serupa, seraya menegaskan pentingnya komitmen yang lebih kuat terhadap kesejahteraan rakyat.

"Perlu diingat, kalau sudah menyatu dengan rakyat, jangan lupa pada tanggung jawab untuk menyejahterakan mereka. Itu penting dan kerap luput ketika sudah memiliki massa," ucap Hensa.