Kronologi Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval Malam 1 Suro

Truk pengangkut sound system di Pati terbakar usai genset 150 KVA meledak saat karnaval. Warga sempat panik.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Insiden yang melibatkan pertunjukan hiburan sound horeg kembali terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kali ini, sebuah truk pengangkut perangkat sound system berdaya besar dilaporkan terbakar.

Peristiwa tersebut dipicu oleh terbakarnya genset berkapasitas 150 KVA yang turut diangkut di dalam truk pada Senin 15 Juni 2026 malam. Genset itu kemudian meledak dan sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.

Insiden ini terjadi saat pelaksanaan Karnaval Haul Syekh Wiro Padi di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati. Dalam kegiatan tersebut, turut dihadirkan hiburan sound horeg yang berkeliling kampung.

Kebakaran juga sempat memicu kepanikan di lokasi, terutama di kalangan warga yang berada di sekitar kendaraan. Meski begitu, karnaval budaya peringatan malam 1 Syuro tetap berlangsung di desa setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Genset yang digunakan sebagai sumber listrik utama sound horeg diduga mendadak mengeluarkan percikan api sebelum akhirnya terbakar.

Percikan api tersebut menjadi besar dan merambah material perangkat sound system yang mudah terbakar. Di tengah kobaran api, mendadak memicu suara ledakan hebat.

”Karnavalnya tetap dilakukan. Yang kebakaran (truk sound horeg) sudah ditangani,” ujar Kepala Desa Pasucen Wiwik Hariyanto, Selasa (16/6/2026).

Wiwik menjelaskan bahwa Karnaval Haul Syekh Wiro Padi telah menjadi tradisi di Desa Pasucen yang berlangsung selama puluhan tahun.

"Karnaval tersebut sebagai peringatan atau pengingat pendiri Desa Pasucen, Syekh Wiro Padi. Setiap 1 Suro atau 1 Muharam, warga desa rutin menggelar tradisi ini, " terangnya.

Wiwik berharap kepada warga desa setempat lebih mengutamakan faktor keselamatan saat penyelenggaraan karnaval. Hal itu agar peristiwa kebakaran sound horeg tidak terjadi lagi ke depannya.

”Harapan saya tetap utamakan keselamatan. acara menggunakan sound jangan sampai overload. Disiasati agar tidak terjadi seperti itu. Panitia bisa membawa APAR,” pinta Wiwik.

 

Kronologi

Terpisah, Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro membenarkan kejadian tersebut. Ia menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

Menurut Suntoro, percikan api dari aliran listrik sempat muncul sebelum terdengar suara ledakan. Operator truk kemudian langsung mematikan perangkat sound system.

Tak lama berselang, genset yang berada di dalam truk meledak dan memicu kobaran api. Api dengan cepat membesar dan membakar genset serta instalasi kabel yang terhubung ke perangkat sound system.

Sejumlah kru truk sound horeg sempat berupaya menyelamatkan peralatan dan kendaraan dengan melakukan pemadaman awal secara manual.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan.

 

Hasil Pemeriksaan Awal

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik pada genset.

“Indikasi awal mengarah pada korsleting listrik. Namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” terang Suntoro.

Suntoro menyebut, pihak pemilik usaha sound horeg mengalami kerugian Rp 275 juta. Hal itu setelah mesin genset dan perangkat lainnya terbakar.

"Kami mengimbau para pelaku usaha hiburan dan penyedia jasa sound system, untuk rutin melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik dan genset sebelum digunakan," pinta Suntoro.