Basarah: Kemegahan Masjid At-Taufiq Bukti PDIP Bukan Partai Anti-Islam

Ahmad Basarah menegaskan Masjid At-Taufiq menjadi bukti autentik yang mematahkan tuduhan bahwa PDI Perjuangan anti-Islam atau komunis.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, menegaskan bahwa keberadaan Masjid At-Taufiq yang berdiri megah di depan Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, merupakan bukti nyata bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut sangat mengakomodasi kepentingan umat Islam.

Hal tersebut sekaligus mematahkan berbagai tudingan miring yang selama ini kerap dialamatkan kepada partai.

Ahmad Basarah menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Haul ke-13 Dr (HC) Taufiq Kiemas yang digelar pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam pidatonya, ia sempat mengutip pengakuan langsung dari Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Idris Thaha yang hadir dan mengaku terkesima dengan keberadaan masjid tersebut.

‘’Dalam bisik-bisiknya kepada saya barusan, Prof Idris Thaha mengaku terkesima melihat Masjid At-Taufiq. Keberadaan masjid ini menambah keyakinan beliau bahwa PDI Perjuangan bukanlah partai yang anti-Islam, bukan partai komunis seperti yang dituduhkan selama ini, tapi justru menjadi partai yang mengakomodasi Islam,’’ ujar Ahmad Basarah.

Ketua Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini kemudian menceritakan awal mula kedekatannya dengan Idris Thaha pada tahun 2018 silam. Saat itu, Idris sedang menyusun disertasi ilmiah yang mengupas secara mendalam tentang relasi antara Islam dan PDI Perjuangan.

Menurut Basarah, kajian ilmiah tersebut berhasil membuktikan secara objektif bagaimana peran nyata fraksi partai di parlemen dalam mengawal regulasi yang berpihak pada umat.

Melalui penelitiannya, Idris mempertahankan argumentasi bahwa PDI Perjuangan justru membela kepentingan umat Islam dengan mencatat semua perjuangan partai di DPR yang meloloskan sejumlah rancangan undang-undang keagamaan, salah satunya adalah RUU Pesantren.

Senada dengan hal tersebut, Idris Thaha dalam ceramahnya di acara yang sama membenarkan bahwa penelitian ilmiahnya sengaja dibuat untuk menguji kebenaran stigma negatif yang sering diarahkan kepada PDI Perjuangan.

Sejumlah Regulasi Terkait Keummatan Disokong PDIP

Setelah melakukan penelusuran akademis yang ketat, ia menyimpulkan bahwa tuduhan anti-Islam tersebut sama sekali tidak terbukti karena fraksi PDI Perjuangan justru menjadi salah satu motor utama yang membela berbagai RUU untuk kepentingan umat di DPR RI.

Idris yang juga penulis buku demokrasi religius ini menambahkan, PDI Perjuangan harus bangga memiliki tokoh nasionalis sekaliber almarhum Taufiq Kiemas. Menurutnya, mantan Ketua MPR tersebut meninggalkan banyak legasi kebangsaan yang fundamental, mulai dari Sosialisasi Empat Pilar, pelurusan sejarah kelahiran Pancasila 1 Juni, hingga jejak fisik religius berupa Masjid At-Taufiq.

Acara peringatan haul yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh jajaran anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, pengurus PP Bamusi, serta para simpatisan partai.

Wakil Ketua Umum PP Bamusi, Nasyirul Falah Amru, menutup rangkaian sambutan dengan menegaskan bahwa semangat almarhum Taufiq Kiemas dalam merawat toleransi di tengah keberagaman Indonesia akan terus dihidupkan oleh partai dari tahun ke tahun.