Liputan6.com, Jakarta - Video pengakuan Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan, Jawa Timur sekaligus konten kreator dan pegiat kemanusiaan menjadi sorotan di media sosial.
Purnomo mengaku didatangi seorang petugas dari sebuah instansi pemerintah di rumahnya pada 28 September 2026.
Menurutnya, petugas tersebut mempertanyakan aktivitas media sosialnya, mulai dari pendapatan YouTube, peralatan konten hingga aliran dana di rekening.
Advertisement
Pengakuan itu disampaikan Purnomo melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @purnomopolisibaik, pada Selasa (29/9/2026).
Kepada Liputan6.com pada Kamis (1/10/2026), Purnomo mengatakan tetap memberikan keterangan karena menghargai proses pendataan tersebut. Namun, menurutnya, pertanyaan petugas kemudian merambah aktivitas pribadinya sebagai konten kreator.
Purnomo mengaku ditanya mengenai pendapatan YouTube setiap bulan selama dua tahun terakhir. Selain itu, petugas juga menanyakan kendaraan yang digunakan untuk membuat konten, harga telepon seluler, peralatan produksi, biaya pembuatan video, hingga gaji orang yang membantu mengelola kanal media sosialnya.
"Saya ditanya berapa pendapatan YouTube setiap bulan, bahkan sampai dua tahun ke belakang. Mobil yang digunakan untuk konten, HP, alat-alat konten, biaya produksi, sampai gaji karyawan juga ditanyakan," ungkap Purnomo kepada Liputan6.com.
Purnomo bahkan mempersilakan petugas melihat buku rekening bank miliknya. Dia juga memberikan nomor rekening agar petugas dapat mengetahui langsung arus pemasukan dan pengeluaran.
Menurut Purnomo, pendapatan YouTube selama dua tahun terakhir maksimal sekitar Rp 25 juta. Namun, kesibukannya mengikuti pendidikan dan menjalankan tugas kedinasan sebagai anggota polisi membuat aktivitas produksi konten berkurang.
Ketika ditanya mengenai potensi pendapatan bulanan, Purnomo menyebut angkanya bisa lebih dari Rp 100 juta. Namun, menurutnya, angka tersebut banyak berasal dari video lama yang kembali ditonton.
Persoalan lain muncul ketika petugas pendataan berstatus bukan PNS dan merupakan mitra lembaga pemerintahan, menanyakan harga telepon seluler yang digunakannya untuk membuat konten.
Purnomo mengatakan perangkat tersebut dibelinya dalam kondisi bekas dengan harga sekitar Rp 8 juta. Namun, menurutnya, petugas memperkirakan nilai perangkat itu lebih dari Rp 10 juta.
"Saya bilang, kalau memang panjenengan (petugas) memperkirakan begitu, silakan ditulis. Tetapi kalau hanya dikira-kira, nanti datanya tidak benar," tukas Purnomo.
Purnomo juga mempertanyakan alasan dirinya menjadi objek pendataan. Menurutnya, surat yang dibawa petugas ditujukan kepada sebuah perusahaan, bukan kepada dirinya secara pribadi.
"Suratnya itu ke perusahaan, bukan ke Purnomo. Saya tidak punya perusahaan. Makanya saya bertanya, kenapa Purnomo yang dipilih?" katanya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363869/original/028304300_1790923740-IMG-20261001-WA0016.jpg)
Hentikan Monetisasi
Rentetan pertanyaan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Purnomo memutuskan menghentikan monetisasi kanal YouTube Purnomo Belajar Baik mulai 1 Oktober 2026.
"Kalau cuma dapat Rp 16 juta kemudian dianggap Purnomo melakukan YouTube untuk mendapatkan keuntungan, mending saya tutup monetisasi saya," tegasnya.
Purnomo selama ini dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Di luar tugasnya sebagai anggota kepolisian, ia turut merawat ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sebuah panti miliknya.
Setelah monetisasi dihentikan, Purnomo menegaskan rekening penerimaan YouTube akan dialihkan untuk kepentingan yayasan.
Dana yang masuk akan digunakan untuk membantu lima anak yang sedang menempuh pendidikan, termasuk melalui program beasiswa.
"Saya sudah tidak menerima. Berapa pun perolehannya, semuanya untuk mereka," tandas Purnomo.
Purnomo menegaskan tetap terbuka terhadap proses pendataan maupun klarifikasi selama dilakukan secara resmi dan memiliki dasar yang jelas.
"Saya sebagai polisi harus terbuka. Yang penting ada suratnya dan jelas," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363868/original/024450500_1790923740-IMG-20261001-WA0082.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363762/original/040487800_1790917791-Cek_Fakta_Wamenkeu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363870/original/079621100_1790923740-IMG-20261001-WA0081.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342673/original/088397300_1788785187-richardlee1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363751/original/087471500_1790917053-FOTO_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363703/original/062901400_1790913505-NARKOBA_50_PAKET_29_SEPT___2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363626/original/051425000_1790907708-WhatsApp-Image-2026-10-02-at-6.38.53-AM-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363649/original/093076000_1790909445-20261001_132759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363624/original/094917800_1790907643-IMG_20261002_082545.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102735/original/055616000_1737446893-1737445578936_tata-cara-sholat-dhuha-2-rakaat.jpg)