Demi Cinta, Pelajar di Binjai Nekat Buat Laporan Palsu ke Polisi

Risky bikin laporan palsu kepada polisi bahwa dirinya telah menjadi korban pembegalan.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 04:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pepatah 'cinta itu buta' benar-benar digambarkan oleh perilaku seorang pelajar asal Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) bernama Risky Fauzi.

Demi membuktikan cinta mendalam dan membelikan cincin tunangan untuk sang kekasih, ia nekat menjual sepeda motornya sendiri dan membuat laporan palsu kepada polisi bahwa dirinya telah menjadi korban pembegalan.

Akibat aksi dramatisnya yang kedapatan bohong, remaja ini terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Binjai.

Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian, membenarkan adanya insiden menggelikan sekaligus miris ini. Peristiwa bermula ketika pelaku, didampingi orang tuanya, mendatangi Polsek Binjai, Jumat (15/5/2026).

Kepada polisi, Risky mengaku bahwa sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BK 3247 AJK miliknya telah dirampas oleh komplotan begal di Jalan T Amir Hamzah, Desa Tandem Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak.

"Menerima pengaduan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Binjai langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian," ujar AKP Hizkia, Kamis (28/5/2026).

Namun, sepandai-pandainya Risky bersandiwara, polisi jauh lebih jeli. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, petugas menemukan banyak kejanggalan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak pernah ada aksi pembegalan apa pun pada hari itu.

 

Karangan Belaka

Setelah diinterogasi lebih lanjut di Kantor Polsek Binjai, Risky akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui bahwa cerita horor dibegal tersebut hanyalah karangan belaka.

Melalui sebuah video klarifikasi, Risky mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Sepeda motor tersebut ternyata tidak hilang, melainkan sengaja ia jual seharga Rp 8,8 juta di daerah Taman PGRI, Kota Binjai.

Uang hasil penjualan itulah yang langsung ia gunakan untuk menyenangkan hati sang pujaan hati.

Awalnya Risky menjual motor seharga Rp 8,8 juta. Lalu menjemput pacar menggunakan uang tunai di tangan. Kemudian pergi ke toko emas di daerah Binjai untuk membeli cincin tunangan.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian atas berita bohong yang saya buat. Itu semua dilakukan semata-mata agar bisa membelikan cincin tunangan untuk pacar," sesal Risky dalam video klarifikasinya.

Beruntung bagi Risky, polisi masih memberikan kebijakan. AKP Hizkia menyebutkan bahwa saat ini pelaku telah dikembalikan kepada orang tuanya setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.