Isu Pocong Jadi-jadian Viral di Blora, Warga Tunjungan Ngaku Sempat Ikut Memburu

Isu kemunculan pocong jadi-jadian ramai di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) membuat sebagian warga resah dan sempat ikut memburu.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 01:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Blora - Isu kemunculan pocong jadi-jadian ramai di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) hingga membuat sebagian warga resah. Informasi yang menyebut adanya sosok menyerupai pocong berkeliaran pada malam hari bahkan memicu aksi pencarian yang dilakukan oleh warga.

Pesan berantai yang viral itu menyebut pocong jadi-jadian sengaja digunakan untuk menakut-nakuti masyarakat dengan dugaan modus pencurian maupun pembegalan. Kabar tersebut cepat menyebar dan menjadi bahan perbincangan warga.

Salah seorang warga desa asal Kecamatan Tunjungan yang enggan disebut nama dan identitasnya mengaku sempat mendengar kabar adanya sosok mencurigakan yang disebut menyerupai pocong di wilayah sekitar Kaliweden.

Menurut pengakuannya, warga bahkan sempat melakukan pencarian hingga malam hari setelah menerima informasi dari mulut ke mulut.

"Tadi malam sempat diburu warga. Katanya mau ke arah Kaliweden terus lari masuk kebun tebu," ujarnya kepada Liputan6.com, Rabu malam 27 Mei 2026.

Ia mengaku saat itu banyak warga penasaran sehingga ikut berjaga di depan rumah hingga larut malam untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.

"Warga sampai nongkrong di depan rumah sampai malam karena penasaran dan takut kalau benar ada," katanya.

Meski demikian, warga tersebut mengaku tidak melihat langsung sosok yang dimaksud dan menduga informasi yang beredar hanya kabar simpang siur yang berkembang di masyarakat.

 

 

Respons Polres Blora

Menanggapi isu yang ramai diperbincangkan ini, pihak Polres Blora memastikan kabar mengenai kemunculan pocong di wilayah Kabupaten Blora tidak benar atau hoaks.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin menegaskan hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan terkait kemunculan pocong maupun aksi kriminal berkedok teror pocong.

"Enggak ada Mas di wilayah Blora," tegas AKP Zaenul Arifin saat dikonfirmasi.

Meski memastikan informasi tersebut tidak benar, polisi tetap meningkatkan patroli rutin untuk menjaga situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan patroli dua jam sekali mas," lanjutnya.

Zaenul menyebut, patroli dilakukan terutama pada malam hingga dini hari guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus mencegah keresahan masyarakat akibat isu yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Polisi juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih yang berpotensi memicu kepanikan publik.

Masyarakat diminta lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya di media sosial maupun grup percakapan.

Selain itu, warga diharapkan segera melapor kepada aparat kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.