Misteri Pria Berkaus Merah Korban Tabrak Lari di Sukabumi

Upaya kepolisian melakukan pelacakan melalui sidik jari belum membuahkan hasil karena data korban diduga tidak terekam dalam sistem kependudukan.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 17:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Identitas seorang pria yang diduga menjadi korban tabrak lari di jalur nasional Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih gelap.

Upaya kepolisian melakukan pelacakan melalui sidik jari belum membuahkan hasil karena data korban diduga tidak terekam dalam sistem kependudukan.

Bhabinkamtibmas Cibadak, Aipda Emin Tukimin, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk mengungkap sosok "Mr. X" tersebut. Namun, proses digital tidak memberikan jawaban.

"Identitas korban belum dapat diketahui karena sidik jari tidak terbaca, diduga korban belum pernah melakukan perekaman data kependudukan," ujar Emin, Selasa (12/5/2026).

Kondisi jenazah saat ini masih disimpan di RSUD Sekarwangi. Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, menyatakan bahwa korban dibawa oleh petugas Unit Laka Lantas pada Senin (11/05/2026) dinihari.

“Mayat dibawa jam satu malam oleh unit laka kepolisian,” tutur Irman.

 

Ciri-Ciri

Secara fisik, pria tersebut memiliki rambut ikal dan saat kejadian mengenakan kaus merah berkerah serta celana pendek biru.

Irman menambahkan bahwa luka yang dialami korban cukup parah, terutama di area kepala, betis, dan telinga.

“Untuk luka-lukanya di kepala, sama di betis luka robek. Di kepala sampai keluar otak. Terus di telinga robek sebelah kiri,” jelas Irman secara detail mengenai kondisi medis korban.

Pihak rumah sakit kini memberikan waktu selama tiga hari bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang melakukan pengecekan.

Jika dalam kurun waktu tersebut tetap tidak ada keluarga yang menjemput, maka pemulasaraan akan diserahkan kepada instansi terkait.

“Untuk data pasien masih Mr. X, dan disimpan di kamar mayat sekitar tiga hari untuk memberi waktu pihak rumah sakit. Setelah itu polisi yang mengurus, kemungkinan juga dengan Dinsos untuk penguburan,” terang dia.