Liputan6.com, Makassar - Aksi mahasiswa dalam rangka memperingati 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan berakhir bentrok pada Jumat (24/4/2026) malam. Kericuhan dipicu oleh aksi penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa sejak sore hingga malam hari.
Arus lalu lintas dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan maupun sebaliknya sempat lumpuh total di depan kampus UMI. Sejumlah pengendara bahkan turun langsung dari kendaraannya untuk memprotes aksi tersebut. Alih-alih membuka palang yang digunakan menutup jalan, mahasiswa justru bersitegang dengan para pengguna jalan.
“Bos, jangan ditutup jalan, tidak kasihan kah kalian sama kami? Apakah ini maksudmu semua tutup jalan?” ucap salah seorang pengguna jalan dengan nada kesal.
Advertisement
Ketegangan meningkat ketika seorang pengemudi mobil nekat menerobos barikade mahasiswa. Meski sempat diadang oleh seorang pendemo yang berdiri di depan kendaraan, mobil tersebut tetap melaju dan berhasil keluar dari kepungan massa.
Seorang mahasiswa sempat mengejar sambil menggenggam batu dan berniat melempar ke arah mobil tersebut. Namun aksinya urung setelah diteriaki rekannya dari pinggir jalan.
Di tengah situasi yang memanas, mahasiswa tetap melanjutkan orasi. Selain memperingati tragedi Amarah, mereka juga menyuarakan tuntutan keadilan bagi Andrie Yunus, korban penyiraman air keras yang diduga melibatkan oknum TNI.
“Kami juga mau pulang tidur nyaman, istirahat, makan. Kami juga mau. Tapi pertanyaannya, kalau bukan kami yang menyuarakan ini, siapa lagi agar Andrie Yunus mendapatkan keadilan?” teriak orator di hadapan pengguna jalan.
“Kasus Andrie Yunus tidak diadili di peradilan umum, tapi apa? Diadili di peradilan militer. Besar kemungkinan pelaku dibebaskan,” lanjutnya.
“Kami di sini bukan untuk kepentingan kami sendiri, kami pastikan kami bantu perjuangkan masyarakat,” tandasnya.
Ratusan Orang Berjaket Ojol Serbu Mahasiswa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565657/original/005986300_1777047857-546709.jpg)
Memasuki malam sekitar pukul 19.35 WITA, situasi berubah drastis. Puluhan hingga ratusan orang berjaket ojek online (ojol) datang dari arah flyover. Diawali suara petasan, mereka kemudian menyerbu massa mahasiswa yang masih bertahan menutup jalan.
Aksi tersebut membuat para pendemo kocar-kacir dan membubarkan diri. Sejumlah pengemudi ojol tampak meluapkan kekesalan mereka dengan cara melempari para mahasiswa dengan menggunakan batu.
"Kurang ajar, dari tadi sore natutup jalan, sampai sekarang masih natutup" teriak salah satu pengemudi.
Tak tanggung-tanggung, ratusan ojol itu bahkan memasuki area kampus UMI Makassar untuk mengejar para mahasiswa yang sebelumnya menutup penuh Jalan Urip Sumoharjo.
Tak lama berselang, aparat kepolisian pun tiba di lokasi dan berupaya mengendalikan situasi. Petugas mengimbau agar aksi dihentikan dan akses jalan kembali dibuka.
"Kami imbau agar membuka jalan untuk masyarakat, pengunjuk rasa silakan pulang ke rumah masing-masing, waktu unjuk rasa sudah selesai," tegas polisi dari atas mobil pengurai massa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565658/original/036278700_1777047857-546708.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262534/original/058192400_1781834566-091123000_1781254919-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_15.37.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371708/original/005900800_1476258392-Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317201/original/095330200_1786005536-93d5030f-dade-4871-b4f5-9b3c898c7bee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316369/original/085731400_1785923343-IMG_7915.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316209/original/042353600_1785917584-69090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316369/original/085731400_1785923343-IMG_7915.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316209/original/042353600_1785917584-69090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316210/original/066383200_1785917584-69088.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306656/original/062350600_1784887750-4491c7c9-0166-45f2-b22e-8b20b1e24ac6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3991647/original/047957200_1649658538-20220411-FOTO---APEL-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304854/original/007395900_1784775083-download__2_.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571485/original/060468600_1777626565-21378.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274952/original/072089200_1603351856-20201022-Aksi-Tolak-UU-Omnibus-Law-6.jpg)