Kronologi Truk Sound Horeg di Pati Gagal Menanjak, Kru Operator dan Warga Berhamburan Menghindar

Hiburan sound horeg di Desa Cabak Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, nyaris memakan korban nyawa.

Diterbitkan 20 April 2026, 22:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hiburan sound horeg di Desa Cabak Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, nyaris memakan korban nyawa. Peristiwa itu terjadi saat truk pengangkut piranti sound horeg gagal menanjak di Desa Cabak. Truk tersebut nyaris terbalik dan menjadi tontonan ribuan warga desa setempat.

Kehadiran iring-iringan tiga truk sound horeg ini sengaja disewa pihak panitia acara karnaval sedekah bumi di Desa Cabak, Minggu (19/4/2026).

Video peristiwa truk sound horeg yang nyaris terbalik di tengah persawahan ini viral di media sosial. Dari potongan video itu, tampak truk sarat muatan piranti sound horeg dengan alunan musik keras melaju pelan melintasi jalan menanjak.

Di tengah titik tanjakan, tiba-tiba laju truk berhenti dan tak kuat melaju di atas tanjakan. Kondisi truk tampak oleng dan nyaris roboh.

Karena ketakutan, sejumlah kru operator sound horeg yang berada di atas truk langsung melompat ke bawah. Mereka berhamburan menyelamatkan diri.

Puluhan penonton yang berada di dekat sound horeg pun berlarian menghindar. Sebab mereka takut tertimpa badan truk.

Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid membenarkan peristiwa truk sound horeg yang nyaris terbalik tersebut.

Menurut Mujahid, ada tiga truk sound horeg yang mencoba melibas jalan yang menanjak yang berada di Desa Suwatu.

"Dua truk yang juga mengangkat sound horeg berhasil melewati tanjakan. Namun tiba-tiba truk yang ketiga, tak kuat menanjak hingga mundur," ucap Mujahid, Senin (20/4/2026).

Mujahid mengaku bahwa acara karnaval sedekah bumi di Desa Cabak telah selesai. Kemudian rombongan truk sound horeg pulang meninggalkan Desa Cabak.

"Kemudian sampai di Suwatu, kemungkinan pengemudi truk lelah. Sesampainya di tanjakan, truk kuat melaju namun dalam kondisi miring dan membuat laju truk mundur," terang Mujahid.

Meskipun satu truk gagal menanjak dan lajunya mundur, namun dua truk lainnya berhasil melaju. Kondisi truk yang berjalan mundur, kemudian masuk dalam parit di tepi jalan.

Mujahid menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ban truk sound horeg yang terjebak dalam parit, berhasil ditarik warga dan aparat yang kompak bergotong royong.

Mujahid menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang kegiatan karnaval dengan menghadirkan hiburan sound horeg. Asalkan kegiatan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Kru Sound Horeg Tewas Tersetrum

Sepekan sebelumnya, peristiwa tragis terjadi saat agenda karnaval di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Seorang kru Sound Horeg Starmax asal Kediri Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

Korban meregang nyawa saat bertugas di atas truk sound system, Sabtu (11/4/2026) malam. Korban tewas bernama Galang (20), warga Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Galang dinyatakan meninggal dunia, setelah sempat dibawa ke RSU Kayen Pati untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama rekan-rekannya mengikuti karnaval menggunakan kendaraan truk yang membawa perangkat sound system.

Korban bersama kru lainnya berada di atas truk sound system sejak sore hari sekira pukul 16.00 WIB. Kehadiran mereka disewa oleh panitia karnaval Desa Gabus.

Namun sekira pukul 20.30 WIB, insiden terjadi ketika perangkat sound system yang dibawa truk tersangkut kabel listrik yang melintang di jalan.

Dalam upaya melepaskan sangkutan tersebut, korban diduga memegang kabel listrik yang ternyata dalam kondisi terkelupas.

Korban kala itu berupaya melepaskan kabel yang tersangkut. Namun diduga tidak mengetahui bahwa kondisi kabel tersebut terkelupas dan masih dialiri listrik.

Saat kejadian, korban telah menggunakan sarung tangan berbahan karet. Namun kondisi cuaca hujan deras, membuat sarung tangan tersebut basah sehingga tidak mampu melindungi dari aliran listrik.

Dua saksi yang berada di lokasi, yakni Africal Juan Setiawan (20), warga Kabupaten Malang, dan Sularno (42), warga Kota Batam, berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSU Kayen.

Namun nahas, setibanya di instalasi gawat darurat, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan petugas medis, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Kapolsek Gabus, AKP Daffid Paradhi, mengaku mendatangi lokasi kejadian usai mendapatkan laporan.

Aparat Polsek Gabus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian ini murni kecelakaan kerja. Dugaan sementara korban mengalami henti jantung akibat tersengat aliran listrik,” tegas AKP Daffid, Selasa (14/4/2026).