Menteri Maman Dorong Soto Banjar Masuk Identitas Gastronomi Dunia

Dukungan tersebut disampaikan Maman saat menghadiri Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi di Banjarbaru, Kalimatan Selatan, Senin (20/4).

Diterbitkan 20 April 2026, 22:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendukung upaya Kota Banjarbaru untuk menjadi pusat gastronomi dunia melalui penguatan kuliner khas daerah, khususnya soto banjar sebagai identitas unggulan.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi di Banjarbaru, Kalimatan Selatan, Senin (20/4).

Maman, dikutip dari keterangan pers di Jakarta, menekankan bahwa penguatan identitas kuliner lokal dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan pengusaha UMKM.

“Soto banjar sebagai makanan khas Banjar memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata dia seperti dilansir Antara, Senin (20/4).

Menurut data Kementerian UMKM, Banjarbaru memiliki 42.114 unit usaha, terdiri atas 41.552 usaha mikro, 491 usaha kecil, dan 71 usaha menengah. Selain itu, terdapat pula 1.073 pengusaha UMKM dari kalangan disabilitas.

Maman juga mendorong penguatan usaha berbasis kekhasan daerah, termasuk soto banjar, melalui perluasan akses pasar serta fasilitasi pembiayaan melalui perbankan bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendukung pengembangan usaha.

 

Dorong Permodalan dan Kemudahan Perizinan

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mendorong dukungan permodalan dan kemudahan perizinan agar pengusaha UMKM dapat berkembang lebih optimal.

Ia menyampaikan di tingkat nasional, pemerintah telah mengalokasikan Rp 1.580 triliun untuk pembiayaan UMKM dari total Rp 8.149 triliun kredit perbankan.

Namun, Maman mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama maraknya produk impor ilegal yang mengganggu pasar domestik.

"Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pengusaha UMKM Indonesia,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Banjarbaru, untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi yang tangguh.