Hanyut Puluhan Kilometer, Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Dermaga

Seorang pemancing meninggal dunia setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat terseret arus Sungai Way Semuong sejauh puluhan kilometer.

Diterbitkan 16 April 2026, 14:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nasib tragis dialami Sugiyo (55), warga Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat terseret arus Sungai Way Semuong sejauh puluhan kilometer.

Korban sebelumnya pamit pergi memancing pada Senin 13 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya, Sugiyo tak kunjung pulang, memicu kekhawatiran keluarga.

Kondisi debit air sungai yang tengah meningkat saat itu semakin memperbesar kekhawatiran akan keselamatannya.

Laporan kehilangan tersebut kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung. Tim SAR gabungan pun langsung diterjunkan ke lokasi pada Selasa 14 April 2026.

Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico Saputra mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyisiran darat dan air. Tim dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

“Namun hingga hari kedua, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, mulai dari hujan yang menyebabkan debit air meningkat, keterbatasan jaringan komunikasi, hingga medan yang sulit dijangkau.

Memasuki hari ketiga, Kamis (16/4/2026), pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.00 WIB, warga melaporkan penemuan jasad yang berjarak cukup jauh dari lokasi kejadian, yakni di sekitar Dermaga Batu Balai, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

Tim SAR gabungan yang menerima informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban pada pukul 09.17 WIB. Sugiyo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 34 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.

 

Imbau Masyarakat Lebih Hati-hati

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Batin Mangunang untuk penanganan lebih lanjut.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 10.20 WIB. Seluruh unsur yang terlibat, termasuk Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, dikembalikan ke satuan masing-masing," jelasnya.

Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat cuaca tidak menentu yang berpotensi menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba.