Tangis Sang Ayah Pecah Saat Peti Mati Bripda Natanael Simanungkalit Dibawa ke Rumah Duka

Polisi muda Bripda Natanael Simanungkalit dianiaya seniornya di barak Polda Kepri hingga meninggal dunia.

Diterbitkan 14 April 2026, 22:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Batam - Kasus kematian tragis seorang anggota polisi muda, Bripda Natanael Simanungkalit, di barak Polda Kepulauan Riau, Selasa dini hari (14/4/2026), terus berlanjut. Di tengah proses hukum yang berjalan, suasana duka mendalam menyelimuti keluarga korban.

Jenazah Natanael diberangkatkan dari RS Bhayangkara menuju rumah duka di kawasan Batu Aji, Batam, diiringi tangis keluarga yang pecah saat ambulans meninggalkan rumah sakit.

Ayah korban, Roni Royamsel Simanungkalit beserta keluarga tak kuasa menahan tangis saat melihat peti yang di dalamnya terdapat jasad anaknya yang terbujur kaku saat dimasukan ke mobil untuk dibawa ke rumah duka. 

Sementara aitu, aparat telah mengamankan empat orang sesama rekan anggota polisi di Polda Kepri, satu di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bripda AS.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran hukum, termasuk yang melibatkan internal kepolisian sendiri.

"Kami sudah mengamankan satu orang. Tiga lainnya masih didalami perannya," ujarnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa petang, (14/4/2026).

Peristiwa ini bermula dari laporan yang diterima sekitar pukul 02.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, Kapolda bersama jajaran langsung bergerak ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban sekaligus memerintahkan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

Asep menegaskan, kasus ini dikategorikan sebagai tindak pidana serius dan akan diproses tanpa pandang bulu.

"Kami tidak mentolerir kejadian ini. Proses hukum akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terlibat," tegasnya.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, tim medis telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri juga telah membuka penyelidikan resmi guna mengurai kronologi dan motif di balik insiden tersebut.

Â