Cerita Detik-Detik Longsor di Bandung, Warga Dengar Suara Gemuruh

Tanah longsor melanda tebing Gunung Ranggasena. Warga sempat mendengar suara gemuruh dari atas. Material longsoran berupa tanah bercampur air dan batu besar menimbun area persawahan hingga mendekati permukiman warga.

Diterbitkan 13 April 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanah longsor melanda Kampung Pasir Eurih, RT 03/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan menceritakan, longsor terjadi pada Sabtu kemarin, 11 April 2026. Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

“Sebelumnya memang turun hujan deras dengan intensitas tinggi,” kata dia saat dikonfirmasi, Senin, (13/4/2026).

Longsoran tanah,terjadi dua kali dalam waktu yang berdekatan. Intensitas hujan yang tinggi diduga jadi pemicu longsor. Menurut warga, longsor terjadi dua kali. Pertama sekitar pukul 18.00 WIB dan kedua sekitar pukul 19.00 WIB.

Tanah longsor melanda tebing Gunung Ranggasena. Warga sempat mendengar suara gemuruh dari atas. Material longsoran berupa tanah bercampur air dan batu besar menimbun area persawahan hingga mendekati permukiman warga.

Agus mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat longsor meski dampak kerusakan tetap terjadi, terutama pada lahan pertanian seluas 2.000 meter persegi. 

“Dari mahkota longsor ke batas permukiman sekitar 200 hingga 300 meter. Ada dua rumah yang dekat, tapi tidak sampai rusak. Kerusakan hanya pada sawah sekitar 2.000 meter persegi,” jelasnya.

Aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan serta kajian kondisi di lapangan.

Sebagai antisipasi potensi longsor susulan, delapan kepala keluarga yang terdiri dari 24 jiwa dievakuasi ke rumah kerabat mereka. Keputusan ini diambil mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi membahayakan. 

“Bantuan kebutuhan dasar sudah disalurkan oleh BPBD. Kami juga terus mengingatkan warga agar tetap waspada karena cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem, bahkan saat ini pun masih turun hujan,” tutup Agus.