Memburu Dalang di Balik SK Palsu PNS Bikin Geger Pemkab Gresik

Sejumlah data telah dikantongi polisi terkait pemalsuan SK PNS Pemkab Gresik yang membuat SE dirugikan.

Diterbitkan 10 April 2026, 11:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Upaya membongkar praktik penipuan berkedok rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) tengah digencarkan aparat kepolisian di Kabupaten Gresik. Penyidikan ini dilakukan setelah terungkapnya kasus penipuan dialami seorang wanita di Pemkab Gresik.

Kapolres Gresik, Ramadhan Nasution, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menelusuri dugaan penipuan tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemda Kabupaten Gresik terkait dugaan penipuan dengan modus penerimaan PNS," ujarnya, Jumat (10/4/2026).

 

Pelaku Manfaatkan Tingginya Minat Warga jadi PNS

Bagi polisi, kemunculan korban bukan sekadar peristiwa tunggal. Diduga, pola kerja pelaku sengaja memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menjadi aparatur sipil negara. Karena itu, penyelidikan tidak hanya berhenti pada satu laporan.

Sejumlah data telah dikantongi. Dugaan awal, mengarah pada pihak-pihak tertentu. Semuanya kini dalam proses pendalaman.

"Kami sudah mendapatkan beberapa data dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Ramadhan.

Di ruang-ruang kerja penyidik, potongan informasi itu mulai dirangkai. Polisi berupaya menelusuri asal-usul dokumen palsu, alur distribusinya, hingga kemungkinan adanya pelaku yang menjanjikan kelulusan PNS dengan imbalan tertentu.

 

Kronologi Terungkapnya SK Palsu PNS Gresik

Kasus ini sendiri terungkap pada Senin pagi, 6 April 2026. Sekitar pukul 08.15 WIB, seorang perempuan berinisial SE datang ke Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik. Ia mengenakan seragam ASN dan mengaku hendak mulai bekerja, lengkap dengan SK pengangkatan PNS tahun 2024 di tangannya.

Namun, verifikasi cepat yang dilakukan pihak pemerintah daerah mengungkap fakta berbeda: dokumen tersebut tidak terdaftar dan dipastikan palsu.

Temuan itu langsung berlanjut ke ranah hukum. Polisi kini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dengan modus serupa. Laporan dari warga dinilai penting untuk memetakan skala kasus sekaligus mempercepat pengungkapan pelaku.

“Kalau memang ada masyarakat yang menjadi korban dengan kasus yang sama, silakan datang ke Polres Gresik atau melapor melalui kanal ‘Lapor Pak Kapolres Cak Rama’,” tegas Ramadhan.

Di tengah proses penyelidikan, aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada janji kelulusan PNS di luar mekanisme resmi. Rekrutmen aparatur negara, kata polisi, memiliki prosedur yang transparan dan tidak dipungut biaya.

Kini, penyidik berpacu dengan waktu. Di balik satu SK palsu, mereka meyakini ada jejak pelaku yang harus segera dihentikan sebelum lebih banyak harapan masyarakat menjadi korban berikutnya.