Ditodong Parang di Angkot, 3 Wanita Nekat Lompat ke Aspal demi Selamatkan Diri

Tiga orang penumpang wanita di Medan nekat melompat dari angkutan umum (angkot) yang sedang melaju demi menghindari aksi penodongan.

Diterbitkan 10 April 2026, 05:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi kriminalitas jalanan kian mengerikan dan tak mengenal waktu. Tiga orang penumpang wanita di Medan nekat melompat dari angkutan umum (angkot) yang sedang melaju di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, demi menghindari aksi penodongan senjata tajam, pada Kamis 9 April 2026.

Ketiga korban tersebut diidentifikasi bernama Novita Norman Boru Tampubolon, Erika Pinesia Hasibuan, dan Julia Pratiwi. Akibat aksi nekat tersebut, para korban mengalami luka-luka serius, bahkan dua di antaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mitra Medika karena sempat tak sadarkan diri.

Salah satu korban, Julia Pratiwi, menceritakan detik-detik mencekam saat seorang pria yang awalnya dikira penumpang biasa tiba-tiba mengeluarkan parang.

Awalnya tenang. Di dalam angkot awalnya terdapat enam orang penumpang. Setelah seorang penumpang pria turun, situasi berubah drastis. Pelaku langsung menodongkan parang ke arah dua penumpang wanita dan merampas ponsel mereka secara paksa.

Sempat terjadi pergulatan fisik antara korban dan pelaku di dalam ruang sempit angkot. Karena merasa nyawa terancam, kedua korban pertama memutuskan melompat keluar dari kendaraan yang sedang berjalan.

"Aku mengira penumpang biasa, ternyata pelaku begal. Situasi di dalam sudah mencekam karena dua korban sempat bergulat dengan pelaku sebelum akhirnya lompat," ungkap Julia yang juga ikut melompat setelah ponselnya dirampas.

 

Trauma di Siang Bolong

Meski Julia hanya menjalani rawat jalan karena luka di tangan dan paha, ia mengaku mengalami trauma berat. Ia tak menyangka aksi begal ini terjadi justru saat kondisi matahari masih terik dan di transportasi publik yang selama ini dianggapnya aman.

"Kalau naik angkot saja sudah tak aman, jadi mau bagaimana lagi? Tak mungkin pergi kerja harus berjalan kaki," keluhnya dengan penuh harap agar keamanan di transportasi umum ditingkatkan.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

"Kasusnya saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif," ujar Iptu Hamzar singkat.

Kini, warga Medan dihimbau untuk tetap waspada saat menggunakan transportasi umum, terutama saat melihat gerak-gerik penumpang yang mencurigakan.