SPBU Tegalsari Semarang Ditutup Sementara Buntut Insiden Motor Terbakar

SPBU 44.502.07 Tegalsari, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah ditutup sementara imbas insiden kebakaran sepeda motor.

Diterbitkan 07 April 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menyayangkan rendahnya kepekaan petugas dalam menangani insiden kebakaran sepeda motor Yamaha F1Z R di SPBU 44.502.07 Tegalsari, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Damkar Kota Semarang Sih Rianung menyampaikan keprihatinannya atas insiden kebakaran yang akhirnya menimbulkan kerugian bagi masyarakat tersebut.

“Yang pertama saya prihatin. Setiap kejadian kebakaran pasti menimbulkan kerugian. Kami turut prihatin kepada masyarakat yang terdampak, mohon tabah,” ujarnya ditemui di Kantor Damkar Kota Semarang.

Bahkan, imbas dari insiden kebakaran, hingga Selasa (7/4/2026), SPBU ditutup operasi sementara.

Tidak adanya kepekaan dari petugas SPBU diketahui dari inspeksi yang dilakukan usai kejadian. Dari evaluasi kesiapsiagaan di lokasi, ditemukan kecepatan respons awal masih perlu ditingkatkan oleh pengelola SPBU.

Menurut Rianung, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat, baik dalam upaya pencegahan maupun tindakan awal saat ada kebakaran.

Keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) harus diimbangi dengan kemampuan penggunaan yang benar.

“Petugas harus tahu cara membuka, mengarahkan hingga menyemprot APAR dengan tepat. Jangan sampai api dibiarkan karena kurang peka. Api kecil kalau didiamkan akan membesar dan makin sulit dipadamkan,” ujarnya.

Rianung juga menyoroti anggapan pengadaan APAR mahal. Menurutnya, biaya alat jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran.

“Harga APAR sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Isi ulangnya pun relatif murah, sekitar Rp 60 ribu per kilogram. Yang mahal itu kerugian akibat kebakaran, bukan alatnya,” katanya.

 

Respons Pertamina

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan DIY Taufik Kurniawan telah mengambil langkah menyikapi insiden kebakaran.

Dia mengatakan SPBU Sriwijaya ditutup sementara selama dua hari untuk pembekalan dan pembinaan terhadap operator, khususnya terkait aspek keselamatan (HSSE) dan peningkatan respons cepat dalam penanganan kebakaran pada fase krusial (golden time).

“Penutupan ini juga untuk perbaikan sarana dan prasarana, baik dari sisi keselamatan maupun fasilitas lain yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Selama penutupan, masyarakat diarahkan untuk mengisi bahan bakar di SPBU terdekat, yakni SPBU Veteran dan SPBU Coco Ahmad Yani dengan jaminan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman.

Taufik mengungkapkan bahwa telah memediasi dengan pemilik Yamaha F1Z R. Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh masalah pada kendaraan.

“Saat di pintu keluar, kendaraan masih diperbaiki dan diduga terjadi kebocoran pada karburator,” ujarnya.

 

Evaluasi Menyeluruh

Kendati telah tercapai kesepakatan damai dengan konsumen, Pertamina tetap mengevaluasi menyeluruh dengan menutup sementara SPBU tersebut.

Dia juga mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan sesuai standar sebelum melakukan pengisian BBM.

“Perhatikan aspek kelistrikan maupun sistem pembakaran kendaraan. Jika ada modifikasi yang tidak standar, harap lebih berhati-hati saat mengisi BBM di SPBU,” ujarnya.