Banjir dan Longsor Melanda Nagrak Sukabumi, Jalan Desa Terputus

Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi membuat banjir parah melanda Kecamatan Nagrak hingga memutus jalan desa.

Diterbitkan 06 April 2026, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Sukabumi mengakibatkan banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Nagrak, Minggu malam (5/4/2026). Akibat kejadian ini, satu rumah warga terendam dan akses jalan penghubung antar-desa tertutup total.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bencana terjadi di dua titik berbeda di Desa Babakan Panjang dan Desa Pawenang sekitar pukul 19.00 WIB.

"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing irigasi di Kampung Babakan longsor. Materialnya menyumbat aliran air sehingga meluap dan merendam rumah Bapak Dede Solihin setinggi 30 sentimeter," ujar Daeng dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Selain banjir, longsor juga terjadi di Kampung Cikolawing, Desa Pawenang. Tebing yang longsor menutup jalan desa yang menghubungkan Desa Pawenang dengan Desa Cihanyawar.

"Saat ini jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan karena tertutup material tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam dua peristiwa tersebut," tambahnya.

Waspada Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Untuk wilayah Sukabumi, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih akan terjadi, terutama pada dini hari.

Daeng Sutisna menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam melalui relawan P2BK di setiap kecamatan serta aplikasi kebencanaan.

"Kami meminta warga waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin dan hujan berdurasi lama yang dapat disertai kilat atau petir. Personel Pusdalops terus bersiaga untuk merespons cepat setiap laporan kejadian di lapangan," jelas dia.

Saat ini, BPBD telah siaga untuk regu piket serta peralatan darurat seperti mesin pemotong kayu (chainsaw) dan pompa air untuk menangani dampak bencana susulan.

Â