Warga Pesisir Bone Bolango Waspada Usai Gempa Magnitudo 7,6 Bitung, Terus Pantau Laut

Warga di Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango berhamburan keluar rumah saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6.

Diterbitkan 02 April 2026, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga di Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango berhamburan keluar rumah saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara, mengguncang, Kamis (2/4/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan pusat di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, pada kedalaman 62 kilometer.

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami sehingga masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Gorontalo, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Di Gorontalo Utara, warga merasakan getaran cukup kuat disertai suara gemuruh dari dalam tanah. Kepanikan terjadi dalam hitungan detik saat warga berupaya menyelamatkan diri.

"Awalnya terasa ringan, lalu tiba-tiba menguat. Kami langsung keluar rumah," kata Windri, warga Gorontalo Utara.

Ia segera mengevakuasi anak-anak yang masih berada di dalam rumah saat gempa terjadi. Menurut dia, warga sempat khawatir setelah adanya informasi potensi tsunami dari BMKG.

"Kami berharap tidak terjadi tsunami dan semua tetap aman," ucap Windri.

 

Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan

Getaran gempa juga dirasakan warga di Kabupaten Bone Bolango, khususnya di wilayah pesisir yang berbatasan dengan Sulawesi Utara. Warga setempat mengaku cemas setelah menerima informasi adanya potensi tsunami.

"Kami di wilayah pesisir perbatasan Sulawesi Utara dan Gorontalo cukup khawatir setelah mendengar peringatan tsunami," kata Ranto Hasan.

Ia menyebut kondisi laut di wilayah Gorontalo masih terpantau normal setelah gempa terjadi.

"Alhamdulillah laut masih tenang, tetapi kami tetap waspada dan terus memantau kondisi," ucap Rinto.

Sejumlah warga di pesisir memilih menjauh dari pantai dan bersiaga di lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini, BMKG bersama instansi terkait terus memantau perkembangan gempa dan potensi dampaknya di wilayah Gorontalo.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan BMKG.

 

Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut, Tsunami Terdeteksi Lagi di Tiga Titik

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 skala Ritcher (SR) yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami pemutakhiran dengan tsunami yang terdeteksi di beberapa titik.

"Tsunami akibat gempa magnitudo 7,6SR telah terdeteksi di Sidangoli (06:16 WIB) 0,35m, Minahasa Utara (06:18 WIB) 0.75m, Belang (06:36 WIB) 0,68m," jelas BMKG, Kamis (2/4/2026).

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 terdeteksi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi.

"Tsunami akibat Gempa Mag:7.6SR, telah terdeteksi," tulis keterangan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Di Halmahera Barat setinggi 0.3 m (06:08 WIB), dan Bitung 0.2m (06:15 WIB).

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 05:48:16 WIB, dengan lokasi 1,25 LU-126,27 BT, dengan Kedalaman gempa berada di 62 kilometer.

Warga Panik

Menurut pantauan Liputan6.com, gempa terasa kencang sekali, bahkan sampai Manado. Kendaraan-kendaraan berhenti semua di jalan, dan gempa terasa sekitar 2 menit.

Motor-motor juga terguncang, bahkan hampir jatuh ke jalan.

Sementara itu, anak-anak di depan lapangan SDN 02 Manado berhamburan. Guru-guru langsung sigap membantu evakuasi anak-anak.

Di pinggir pantai, warga juga bergerak lari darat.