Sosok Anggota TNI Praka Farizal Gugur di Lebanon dalam Kenangan Keluarga dan Teman

Anggota TNI Praka Farizal meninggal istri dan seorang anak perempuan masih berusia 2 tahun.

OlehHendro
Diterbitkan 30 Maret 2026, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Darat, khususnya satuan Yonif 113/Jaya Sakti. Prajurit terbaik bangsa, Praka Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon Selatan.

Praka Farizal Rhomadhon mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon atau Senin dini hari pukul 01.40 WIB. Ia meninggal dunia setelah terkena serangan artileri yang diduga berasal dari Israel Defense Forces (IDF), saat bertugas di wilayah Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.

 

 

Prajurit Disiplin dan Berdedikasi Tinggi

 

 Kepergian prajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, serta masyarakat di kampung halamannya. Di mata rekan-rekannya, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.

Saat ini, suasana duka menyelimuti kediaman keluarga di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Rumah duka dipadati oleh pelayat yang terdiri dari sanak saudara, kerabat, hingga rekan-rekan sesama prajurit yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sementara jenazah almarhum hingga kini masih berada di Lebanon dan belum tiba di Indonesia. Proses pemulangan jenazah masih dalam koordinasi antara pihak TNI, pemerintah, serta keluarga almarhum.

Meninggalkan Seorang Istri dan Anak

Almarhum meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan yang masih berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu. Kepergian almarhum menjadi pukulan berat bagi keluarga kecilnya yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok kepala keluarga.

Dalam penugasannya, Praka Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di satuannya. Ia dikenal sebagai prajurit yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam menjaga disiplin dan ketertiban di lingkungan satuan.

Selama berdinas, almarhum juga telah menerima sejumlah tanda jasa sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, di antaranya Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab negara, keluarga almarhum akan menerima sejumlah hak, di antaranya gaji terusan selama enam bulan, bantuan beasiswa untuk anak, dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD), uang duka wafat, dana Watzah, serta biaya pemakaman.

Rencana pemakaman hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pihak keluarga, menunggu kepastian waktu kedatangan jenazah di Tanah Air.

Kepergian Praka Farizal Rhomadhon dirasakan keluarga dan rekan sejawat menjadi duka bangsa. Almarhum dikenang sebagai prajurit yang telah menunaikan tugasnya hingga akhir hayat, demi kehormatan negara dan perdamaian dunia.