Takbiran di Balik Penjara Peninggalan Belanda Tahun 1885

Rutan Serang berdiri 141 tahun lalu atau 1885 itu menjadi tempat perayaan malam takbiran dengan sederhana.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 22:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai mengumandangkan takbir serta menabuh bedug di dalam Rutan Kelas IIB Serang secara bergantian. Rutan Serang yang berdiri 141 tahun lalu atau 1885 itu menjadi tempat perayaan malam takbiran dengan sederhana.

"Kegiatan takbiran bersama ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan, agar tetap merasakan suasana hari raya Idul Fitri, meskipun sedang menjalani masa pidana," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Rangga Permata, Jumat (20/03/2026).

Pegawai Rutan Kelas IIB Serang bersama WBP bergantian menabuh bedug dan mengumandangkan takbir. Suaranya besautan dengan kumandang takbiran yang terdengar dari masjid di sekitar tahanan.

Dengan sajian camilan dan kopi, mereka merayakan kemenangan setelah menjalankan puasa 1 bulan penuh. Para WBP dan pegawai Rutan Serang saling bercengkrama untuk melepas rindu kepada keluarga.

Pegawai Rutan Serang harus berjaga menjalan tugas di lembaga pemasyarakatan. Sedangkan WBP harus bertanggung jawab atas perbuatan pidananya.

 

Jadi Momen Bahagia

Meski begitu, malam takbir menjadi tempat mereka saling bergembira menyambut 1 Syawal 1447 H, dengan segala keterbatasan yang ada.

"Kegiatan takbiran diawali dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema dari dalam Rutan Kelas IIB Serang. Dalam suasana sederhana namun penuh makna," terangnya.

Di tengah takbiran, mereka berdoa bersama, agar momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H membawa perubahan bagi seluruh WBP dan pegawai Rutan Seran, menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Dengan dilaksanakannya takbiran bersama, diharapkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik," jelasnya.

Rutan Kelas IIB Serang masuk kedalam benda cagar budaya peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1885. Kemudian pada 1990, lahan Selasa 13.998 meter persegi itu dialihfungsikan sebagai penjara hingga saat ini.