Aksi Gotong Royong Warga Perbaiki Jalan Rusak di Cisolok Sukabumi Jelang Libur Lebaran

Warga menyebut aksi menambal permukaan jalan yang rusak ini dengan istilah lokal ‘nyaeur jalan’.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, warga dan pedagang di kawasan wisata Geyser Cipanas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terpaksa turun tangan. Mereka melakukan aksi gotong royong memperbaiki akses jalan yang rusak parah menuju objek wisata air panas tersebut secara swadaya.

Langkah ini diambil demi memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang diprediksi akan memadati kawasan Geyser pada musim libur Lebaran.

Perbaikan yang dimulai sejak Sabtu (14/3/2026) ini difokuskan pada titik-titik lubang di ruas Cisolok–Cipanas sepanjang kurang lebih 500 meter, tepatnya di Kilometer 2, Kampung Gunung Geulis, Desa Cisolok.

Warga menyebut aksi menambal permukaan jalan yang rusak ini dengan istilah lokal ‘nyaeur jalan’.

“Ini kegiatan nyaeur jalan, memperbaiki jalan yang rusak. Kondisinya memang sudah harus segera diperbaiki karena banyak keluhan dari warga, pengguna jalan, sampai wisatawan,” ujar salah seorang warga, Yusuf Supriadi, Selasa (17/3/2026).

Yusuf menuturkan, aksi ini murni inisiatif masyarakat yang resah karena kerusakan jalan telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Tak jarang, lubang di jalan tersebut memakan korban, terutama pengendara roda dua.

"Ini inisiatif warga karena banyak yang mengeluh. Sudah sering terjadi pengendara motor jatuh di sini. Mobil pun kadang kesulitan menanjak karena kondisi aspal yang sudah hancur," ungkap dia.

Untuk pengadaan material seperti beskos, pasir, hingga semen, warga melakukan ‘rereongan’ atau patungan dana. Beberapa tokoh masyarakat setempat juga turut menyumbangkan semen demi mempercepat proses penambalan.

 

Dampak Terhadap Ekonomi Wisata

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Geyser Cipanas, baik bagi pengunjung dari arah Karanghawu maupun dari wilayah Banten.

"Kalau aksesnya rusak, wisatawan jadi enggan datang. Jika pengunjung sepi, otomatis pendapatan para pedagang di kawasan Geyser ikut menurun drastis," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, masyarakat sudah melayangkan permohonan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak Agustus 2025.

Namun, karena belum ada realisasi hingga menjelang musim mudik tahun ini, warga kembali memutuskan untuk bergerak sendiri.

 

Harapan Warga

Melalui aksi ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan perhatian serius pada infrastruktur menuju kawasan Geyser Cisolok.

Mengingat objek wisata ini merupakan satu-satunya geyser alami di Indonesia yang menjadi aset berharga bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Harapan kami, pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur di sini. Geyser ini aset besar Sukabumi, jangan sampai terbengkalai hanya karena akses jalan yang tidak memadai," imbuh dia.