Gempa Berpusat di Darat Guncang Sukabumi, Dua Rumah Warga Rusak Berat

Dampak paling fatal terjadi di Kampung Babakan Asem RT 08 RW 02, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,2 yang mengguncang Sukabumi, Minggu (15/3) dini hari, mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah titik. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, belasan jiwa terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi akibat rumah yang tidak lagi aman dihuni.

Manajer Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan getaran cukup kuat terjadi pukul 00.36 WIB itu berpusat di darat, sekitar 8 kilometer Tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer.

Dampak paling fatal terjadi di Kampung Babakan Asem RT 08 RW 02, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Satu unit rumah milik M Henda Sanusi dilaporkan ambruk pada bagian dapur seluas 6x4 meter. Kondisi bangunan yang sudah lapuk membuat guncangan gempa memicu kerusakan total pada area tersebut.

"Akibat kejadian ini, pemilik rumah beserta keluarganya yang berjumlah lima jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Bangunan sudah tidak aman untuk ditempati sementara waktu," jelas Daeng.

Kerugian materiil di lokasi ini ditaksir mencapai Rp 40 juta. Saat ini, keluarga terdampak sangat membutuhkan bantuan darurat berupa bahan pangan, terpal, serta material bangunan untuk rehabilitasi rumah.

Kerusakan di Sukalarang

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Sukalarang, gempa merusak rumah milik Bubun Bunyamin di Kampung Marga Jaya RT 25 RW 04, Desa Sukamaju.

Rumah yang dihuni oleh 2 KK dengan total 8 jiwa ini mengalami kerusakan serius pada struktur dinding.

"Dinding bagian atas depan ambruk dan muncul retakan di berbagai sisi bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," tambah Daeng.

Kecamatan (P2BK) Sukalarang dilaporkan telah melakukan asesmen di lokasi bersama unsur TNI, Polri, dan relawan setempat.

Pasca-kejadian, BPBD terus melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Daeng mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gempa susulan yang bisa memperparah kondisi bangunan yang sudah retak.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam di wilayah terdampak. Tim lapangan masih terus bersiaga melakukan pendampingan kepada para korban," pungkasnya.