Aksi Koboi Pria di Angkot Sukabumi: Usai Lecehkan Penumpang, Tantang Warga Pakai Senjata Tajam

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Siliwangi, Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah insiden mencekam terjadi di Jalan Raya Siliwangi, Cicurug, Kabupaten Sukabumi viral di jagat maya menunjukkan aksi seorang pria mengamuk dan mengacungkan senjata tajam setelah aksi pelecehan seksualnya terhadap penumpang wanita terbongkar.

Peristiwa ini bermula saat korban, IL (24), menaiki angkot trayek 09 jurusan Cibadak-Cicurug untuk berangkat kerja pada Rabu pagi (11/3/2026).

IL menceritakan betapa gigihnya pelaku dalam mengincar dirinya. Meski korban sudah berusaha menghindar dengan berpindah tempat duduk, pelaku terus membuntuti posisi duduk korban di dalam ruang angkot yang sempit.

"Posisinya waktu kejadian tadinya berhadapan, saya duduk di dekat pintu angkot terus saya pindah ke belakang. Ternyata kakek itu ngikutin saya ke belakang. Saya sebelah kiri duduknya, waktu pindah ke belakang ngikutin juga. Saya nggak kenal sama sekali," tutur IL ditemui Kamis (12/3/2026).

Kronologi Pelecehan

Ketegangan memuncak saat korban meminta bantuan rekan-rekannya untuk menghadang pelaku di wilayah Cicurug.

Korban yang merasa harga dirinya dilecehkan karena dipotret secara diam-diam oleh pelaku, menuntut agar foto tersebut dihapus.

Bukannya merasa bersalah, pelaku justru mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penyerangan secara membabi buta.

"Aku nggak minta tolong sama sopir karena sebelumnya sudah ditegur keras, tapi kakek-kakek itu (tetap berulah). Sopir angkot itu dia cuma nengok doang ke belakang, nggak negur sama sekali," tambah IL menceritakan minimnya bantuan dari awak angkutan.

Pelaku yang tersudut kemudian melakukan aksi nekat dengan menyerang korban dan rekan-rekannya menggunakan senjata tajam jenis kapak.

Beruntung, aksi tersebut terekam kamera ponsel korban dan menjadi bukti kuat untuk pelaporan lebih lanjut.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna transportasi publik, terutama kaum perempuan, untuk selalu waspada.

Korban berharap kejadian ini menjadi evaluasi bagi para sopir angkot agar tidak membiarkan aksi kriminalitas terjadi di dalam kendaraan mereka.

"Harapan saya, waspada saja terhadap oknum kejahatan maupun pelecehan. Sopir angkot juga harus bersikap tegas, maupun kalau misalkan ada penumpang laki-laki itu dipisahkan saja dari perempuan," ungkap dia.